UMY Berhentikan Sementara Dosen Farmasi Terkait Dugaan Pelecehan Mahasiswi

Viral7 Views

GueBerita.com – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara seorang dosen di Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Keputusan ini diambil setelah adanya dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dosen tersebut, yang beredar luas di media sosial melalui pesan singkat kepada mahasiswi.

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menegaskan bahwa pihak universitas berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan yang komprehensif kepada korban. Dukungan tersebut mencakup perlindungan, pendampingan psikologis, serta jaminan kerahasiaan identitas baik bagi korban maupun informan yang terlibat dalam proses penanganan kasus ini.

Pernyataan resmi dari Rektor UMY ini disampaikan kepada awak media pada hari Minggu, 12 Juli 2026. Hal ini dilakukan menyusul mencuatnya dugaan pelecehan yang cukup menghebohkan publik dan menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.

Sebagai bagian dari upaya penanganan, UMY juga tengah melakukan investigasi internal secara mendalam. Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dilibatkan dalam proses ini untuk memastikan bahwa seluruh informasi yang dikumpulkan bersifat lengkap, objektif, dan didasarkan pada fakta yang kuat.

Menurut keterangan dari pihak universitas, investigasi yang dilaksanakan sejak Sabtu, 11 Juli 2026, tidak hanya berfokus pada kasus yang sedang viral. Penelusuran juga dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya kasus serupa lainnya yang mungkin belum pernah dilaporkan sebelumnya, guna memberikan keadilan bagi semua pihak.

Selama masa pemeriksaan dan investigasi berlangsung, oknum dosen yang diduga terlibat telah dinonaktifkan sementara dari segala bentuk tugas akademik maupun nonakademik. Pemberhentian sementara ini akan berlaku hingga universitas mengeluarkan keputusan resmi lebih lanjut, sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Kasus ini bermula dari beredarnya tangkapan layar yang diduga kuat berisi pesan-pesan tidak pantas yang dikirimkan kepada seorang mahasiswi. Bukti percakapan tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi viral di media sosial, memicu perhatian publik.

Salah satu unggahan yang turut mempopulerkan kasus ini berasal dari akun Threads dengan nama pengguna @wajdi_azim. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan bahwa dugaan pesan pelecehan itu tidak hanya ditujukan kepada satu mahasiswi, melainkan kepada tiga orang mahasiswi.

Menariknya, sejumlah warganet yang mengaku sebagai alumni dari Program Studi Farmasi UMY juga turut memberikan kesaksian melalui media sosial. Mereka menyampaikan bahwa dugaan perilaku serupa dari oknum dosen tersebut telah terjadi sejak lama. Namun, klaim dari para alumni ini masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut oleh pihak universitas untuk memverifikasi kebenarannya.