GueBerita.com – Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah inovatif dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-458 dengan mengintegrasikan seni musik tradisional ke dalam rangkaian acara.
Upaya pelestarian budaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Parade Keroncong Indonesia, yang menjadi salah satu bagian penting dari festival Sepasar di Madiun (Sepasma) 2026.
Acara yang telah menjadi agenda tahunan ini dipusatkan di Kabupaten Madiun dan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, yang hadir mewakili Bupati Madiun.
Parade Keroncong Indonesia dijadwalkan berlangsung meriah mulai dari siang hingga malam hari.
Sebagai penutup rangkaian acara musik ini, akan digelar sesi diskusi interaktif atau talk show yang turut melibatkan Bupati Madiun.
Dalam pidato pembukaannya, Puji Rahmawati menekankan pentingnya kehadiran para pegiat dan komunitas musik keroncong dari berbagai wilayah.
Menurutnya, partisipasi mereka memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kemeriahan perayaan Hari Jadi Kabupaten Madiun.
Pemerintah daerah memandang pagelaran ini bukan sekadar sebagai ajang hiburan semata.
Lebih dari itu, acara ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya takbenda di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Mudah-mudahan apa yang ditampilkan ini menjadi sebuah upaya pelestarian bagi kita, menjadi suguhan bagi penikmat musik keroncong, serta menjadi obat kangen dan nostalgia bagi Bapak Ibu yang memang hobi keroncong, terutama di Kabupaten Madiun,” ujar Puji Rahmawati dalam sambutan resminya.
Partisipasi aktif dari komunitas musik dalam Sepasma 2026 diharapkan dapat terjalin secara konsisten di tahun-tahun mendatang.
Hal ini penting untuk terus memperkuat ekosistem seni lokal yang ada di Kabupaten Madiun.
Rangkaian kegiatan ekonomi dan budaya dalam Sepasma 2026 telah dimulai sebelumnya dengan acara keagamaan yang menghadirkan Gus Iqdam.
Festival ini direncanakan akan terus berlangsung dengan berbagai macam aktivitas publik lainnya hingga tanggal 19 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga secara cermat memanfaatkan momentum festival Sepasma 2026 ini untuk memberikan dorongan bagi pergerakan sektor pariwisata daerah.
Pihak panitia festival memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
Mereka dianjurkan untuk memperpanjang durasi kunjungan mereka di Madiun.
Tujuannya adalah agar dapat menikmati secara keseluruhan rangkaian kegiatan pasar rakyat dan eksibisi kebudayaan yang telah dipersiapkan hingga pekan depan.






