Siswa Keracunan Makanan, Pemkot Surabaya Lakukan Verifikasi dan Tunggu Hasil Laboratorium

News8 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat merespons dugaan kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa di kawasan Tembok Dukuh. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk menelusuri kejadian tersebut, termasuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa.

Menurut Wali Kota Eri, sebelum didistribusikan kepada para siswa, setiap menu MBG telah melalui proses pemeriksaan yang ketat. Pengecekan ini mencakup aspek sensorik seperti bau dan rasa, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan.

“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini,” ujar Wali Kota Eri pada Selasa (12/5/2026), merujuk pada rentang waktu setelah makanan dikonsumsi hingga munculnya keluhan.

Saat ini, Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel MBG yang telah diambil. Hasil laboratorium ini diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut.

Baca juga: Jawaban Sama, Penilaian Berbeda: Reaksi Juri dan MC LCC Kalbar Jadi Perhatian

“Karena itu masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu ya,” tegas Wali Kota Eri, menekankan pentingnya data ilmiah dalam penanganan kasus ini.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, juga mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah menunggu hasil laboratorium sampel MBG. Ia menambahkan bahwa akibat kejadian ini, dua siswa mengalami gejala muntah dan diare yang mengharuskan mereka menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya.

“Sebelumnya tiga, pada Senin (11/5/2026) sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” ungkap dr Billy, menjelaskan perkembangan jumlah siswa yang membutuhkan penanganan medis.

Kelima siswa yang dirawat tersebut saat ini berada di bawah pengawasan dan observasi intensif dari tim medis. Dinkes Surabaya secara aktif terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.

“Skrining kesehatan juga telah dilakukan pada Senin lalu oleh tim dokter dari puskesmas,” ujar dr Billy, menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan dini telah dilakukan segera setelah laporan kejadian diterima.