Pejabat Asosiasi Teknik Meksiko Diberhentikan Usai Lakukan Gestur Rasis di Piala Dunia 2026

Viral1 Views

GueBerita.com – Presiden Colegio de Ingenieros Topógrafos Geomticos del Estado de Jalisco (CITGEJ), Ulises Fernando Bernal Miramontes, telah secara resmi dicopot dari jabatannya.

Keputusan sanksi tegas ini diambil sebagai respons terhadap beredarnya rekaman video yang menampilkan dirinya melakukan tindakan rasisme. Peristiwa tersebut terjadi di Stadion Guadalajara, Meksiko, saat berlangsungnya perhelatan Piala Dunia 2026.

Video yang menjadi viral tersebut diunggah melalui akun Instagram milik seorang influencer asal Korea Selatan, Yoon Su-jin, dengan nama pengguna @inocat_t. Unggahan tersebut dilakukan pada tanggal 11 Juni 2026. Kejadian rasisme ini terekam saat Bernal tengah merayakan gol yang dicetak oleh tim nasional Korea Selatan.

Dalam rekaman yang terekam di latar belakang, terlihat Bernal mengenakan jersey tim nasional Meksiko. Ia terlihat melakukan gestur menarik sudut mata, yang dikenal sebagai “slant-eye”. Tindakan ini secara luas diakui sebagai karikatur rasis yang ditujukan kepada orang-orang keturunan Asia.

Unggahan video tersebut seketika memicu gelombang kecaman yang masif dari para pengguna internet dari berbagai negara di platform media sosial. Kecaman juga datang dari warga Meksiko sendiri yang menyatakan kekecewaan dan penyesalan atas tindakan yang dilakukan oleh perwakilan asosiasi mereka.

Menanggapi protes yang meluas, pihak CITGEJ mengeluarkan pernyataan resmi pada tanggal 13 Juni 2026. Dalam pernyataan tersebut, mereka mengonfirmasi bahwa evaluasi internal telah dilakukan dan hasilnya mengarah pada pencopotan Bernal dari struktur organisasi mereka.

Tidak hanya kehilangan posisi pentingnya di asosiasi profesi, Bernal juga dijatuhi sanksi tambahan. Ia dilarang untuk menghadiri seluruh agenda resmi pertandingan Piala Dunia 2026. Sanksi ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menegaskan sikap organisasi terhadap tindakan diskriminatif.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Bernal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui pernyataan publik pada tanggal 14 Juni 2026. Ia mengakui dan menyesali tindakan diskriminatif yang telah dilakukannya tersebut.

Di sisi lain, insiden ini telah memicu desakan publik yang lebih kuat di media sosial. Masyarakat mendesak agar badan sepak bola dunia, FIFA, segera mengambil langkah-langkah preventif yang lebih serius. Selain itu, desakan juga ditujukan agar FIFA menerapkan tindakan hukum yang lebih ketat untuk mencegah terulangnya kasus serupa di lingkungan stadion selama turnamen berlangsung. (*)