Aturan Baru Tiket SM Entertainment Bisa Batasi Penggemar dari Luar Negeri

GueBerita.com – SM Entertainment, salah satu agensi hiburan terkemuka di Korea Selatan, telah memperkenalkan kebijakan baru yang mengatur penjualan tiket untuk konser dan acara penggemar yang diadakan di negara tersebut. Perubahan ini secara fundamental membedakan waktu pembelian tiket antara penggemar domestik dan penggemar internasional.

Perubahan kebijakan ini pertama kali dilaporkan melalui platform media sosial X, khususnya akun @7_Jaevis. Mekanisme baru ini telah diterapkan untuk penjualan tiket acara fan meeting dan konser dari beberapa grup di bawah naungan SM Entertainment.

Contoh konkret dari implementasi awal kebijakan ini dapat dilihat pada penjualan tiket untuk acara fan con Red Velvet yang bertajuk “A Day in Red & Velvet”.

Anggota fan club lokal mendapatkan kesempatan lebih awal untuk membeli tiket, yaitu pada tanggal 18 Juni. Sementara itu, penggemar internasional yang merupakan anggota fan club global baru dapat membeli tiket empat hari kemudian, pada tanggal 22 Juni.

Tidak hanya Red Velvet, kebijakan penjualan tiket yang terpisah ini juga akan berlaku untuk konser aespa dan acara perayaan 10 tahun debut NCT DREAM. Pemisahan jadwal pembelian berdasarkan status keanggotaan penggemar ini secara langsung mengubah lanskap persaingan dalam mendapatkan tiket.

Regulasi baru ini dilaporkan menimbulkan reaksi yang beragam di kalangan penggemar K-Pop. Sebagian penggemar di Korea Selatan menyambut baik kebijakan tersebut, melihatnya sebagai langkah yang adil.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan ini memberikan prioritas dan perlindungan yang semestinya bagi penggemar lokal untuk dapat menyaksikan penampilan artis idola mereka di negara sendiri. Ada pula harapan agar agensi hiburan lain di Korea Selatan dapat meniru langkah SM Entertainment.

Harapan tersebut muncul dengan tujuan untuk mengurangi potensi dominasi pembelian tiket oleh pihak luar negeri. Hal ini dianggap dapat menciptakan ekosistem yang lebih seimbang bagi penggemar domestik.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga menuai kritik dari komunitas penggemar internasional. Para penggemar global telah menyuarakan kekhawatiran mereka terkait transparansi dalam alokasi kursi.