Nadiem Ungkap Latar Belakang Tim Bayangan di Hadapan Hakim

News9 Views

GueBerita.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Makarim, memberikan keterangan mengenai keberadaan tim bayangan atau shadow team di kementeriannya saat persidangan.

Dalam sidang lanjutan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (11/5/2026), Nadiem membenarkan adanya perekrutan anggota tim bayangan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas anggota tim bayangan berasal dari internal kementerian. Pemilihan mereka dilakukan olehnya dan telah mendapat persetujuan dari Presiden.

“Izin Yang Mulia, untuk menjelaskan 90 persen dari ‘Tim Shadow’ itu didapatkan dari dalam kementerian. Jadi mereka pun dipilih oleh saya dan disetujui oleh Bapak Presiden berdasarkan rekam jejak mereka di dalam kementerian,” ujar Nadiem di hadapan majelis hakim.

Anggota tim bayangan ini direkrut dari berbagai kementerian lain. Mereka dianggap sebagai individu terbaik di bidangnya masing-masing.

Baca juga : 1.494 Motor Curian Diamankan di Gudang Kebayoran Lama, Satu Orang Jadi Tersangka

“Jadi itulah yang dimaksud orang-orang terbaik di dalam kementerian pun diangkat dan diberikan kesempatan untuk memimpin,” tambahnya.

Selain itu, Nadiem juga menjelaskan bahwa kementeriannya mempekerjakan para ahli di bidang teknologi. Namun, mereka tidak menerima gaji langsung dari Kemendikbudristek.

Para ahli teknologi ini berada di bawah naungan salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia. Terdapat kontrak kerja sama antara kementerian dan perusahaan tersebut.

“Mereka itu ada di bawah salah satu anak perusahaannya PT Telkom dan ada kontrak antara kementerian dan perusahaan PT Telkom tersebut. Jadi mereka itu di situ,” jelasnya.

Nadiem mengungkapkan bahwa mendatangkan ahli teknologi ke dalam kementerian merupakan mandat langsung dari Presiden. Hal ini didasari keinginan Presiden untuk mempercepat digitalisasi di sektor pendidikan.

“Di dalam dua rapat, di luar daripada pergantian daripada Ujian Nasional ke Asesmen Nasional, Bapak Presiden di dalam rapat memutuskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi prioritas,” ungkap Nadiem.

Kemdikbudristek kemudian diberikan tugas untuk mengembangkan sebuah platform guna meningkatkan kualitas sistem pembelajaran di sekolah. Amanat ini harus dilaksanakan.

“Pada saat itu, peran teknologi bukan berartinya beli laptop, bukan apa. Yang dimaksudkan Bapak Presiden dengan platform-platform adalah membangun aplikasi,” terangnya.

400 Orang Tim Bayangan

Sebelumnya, Nadiem Makarim pernah memberikan keterangan terkait keberadaan tim bayangan ini saat masih menjabat sebagai Mendikbudristek. Ia menyebutkan bahwa 400 orang dalam tim bayangan tersebut merupakan aspirasinya sebagai menteri.

Tujuannya adalah untuk menciptakan kerja sama yang kelak dapat diterapkan di berbagai jenjang kedinasan.

“Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa ini adalah aspirasi saya sebaga pemimpin. Harapan besar saya adalah kami bisa sharing ini ke pemda dan kementeiran lain sehingga nantinya, bayangkan jika semua kementerian punya tim teknologi yang bisa bekerja sama sebagai mitra meluncurkan berbagai macam aplikasi gratis untuk masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Nadiem pada 26 September 2022.