Kontroversi LCC 4 Pilar MPR Kalbar Berlanjut, SMAN 1 Pontianak Tolak Pertandingan Ulang

Viral3 Views

GueBerita.com – Polemik seputar pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI untuk tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih terus bergulir dan menarik perhatian publik. Hal ini dipicu oleh adanya protes terkait hasil penilaian dewan juri pada babak final yang dinilai tidak objektif.

Menanggapi berbagai masukan dan kontroversi yang muncul, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan permintaan maaf. Selain itu, MPR RI juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan lomba tersebut.

Selanjutnya, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengumumkan bahwa babak final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat akan dijadwalkan ulang. Pelaksanaan final ulang ini akan dilakukan pada waktu yang akan ditentukan kemudian oleh pihak MPR RI.

Keputusan untuk menggelar final ulang ini diambil sebagai respons langsung terhadap kontroversi yang sempat viral di media sosial. Kontroversi tersebut berpusat pada penilaian terhadap peserta dari dua sekolah, yaitu SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, yang memicu perdebatan luas.

Namun, di tengah rencana penyelenggaraan final ulang oleh MPR RI, SMAN 1 Pontianak secara tegas menyatakan sikapnya untuk tidak kembali berpartisipasi dalam pertandingan ulang tersebut. Keputusan ini disampaikan secara resmi oleh pihak sekolah.

Pernyataan penolakan tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi sekolah dengan nama pengguna @smansaptk_infirmasi. Unggahan yang memuat pernyataan sikap sekolah ini dipublikasikan pada hari Kamis, tanggal 14 Mei tahun 2026.

Baca juga: DLHK Sidoarjo Sosialisasikan Penertiban Fasilitas Umum di Pondok Mutiara

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” demikian bunyi kutipan dari pernyataan resmi yang diunggah oleh pihak sekolah.

Lebih lanjut, pihak SMAN 1 Pontianak memberikan penjelasan mengenai alasan di balik langkah yang mereka ambil sebelumnya. Sekolah menegaskan bahwa upaya yang telah dilakukan bertujuan semata-mata untuk mendapatkan klarifikasi yang jelas mengenai mekanisme penilaian yang diterapkan dalam lomba tersebut.

Sekolah menekankan kembali bahwa seluruh upaya yang dilakukan adalah demi mewujudkan sebuah kompetisi yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas ajang lomba.

Selain menyampaikan penolakan untuk mengikuti final ulang, SMAN 1 Pontianak juga turut memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas. Dukungan ini diberikan agar SMAN 1 Sambas dapat tampil maksimal sebagai wakil dari Provinsi Kalimantan Barat pada tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” tutup pernyataan resmi dari SMAN 1 Pontianak.