GueBerita.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, secara langsung menyampaikan penghargaan tersebut saat menghadiri acara kelulusan angkatan pertama siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare boarding school. Acara ini diselenggarakan di Convention Hall Simpang Lima Gumul pada hari Minggu, 14 Juni.
Robben Rico menilai bahwa Mas Dhito telah berhasil merumuskan arah dan tujuan pendidikan yang jelas, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi terendah, atau yang tergolong dalam Desil 1.
Menurutnya, kepemimpinan Mas Dhito menjadi contoh inspiratif bagi kepala daerah lainnya. Ia mampu menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat.
“Atas nama pemerintah pusat, saya ingin mengucapkan terima kasih. Beliau adalah sosok pemimpin muda yang sangat luar biasa,” ujar Robben Rico dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Robben Rico menekankan bahwa langkah strategis yang diambil oleh Bupati Kediri ini sangat relevan dengan kondisi riil dunia pendidikan di Provinsi Jawa Timur.
Provinsi Jawa Timur selama ini masih sering tercatat memiliki angka anak yang tidak bersekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah yang tergolong tinggi, mencakup semua jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Mas Dhito berinisiatif menggandeng Putra Sampoerna Foundation (PSF). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan SMA Dharma Wanita 1 Pare menjadi sebuah sekolah berasrama (boarding school) yang setara dengan sekolah unggulan.
Setelah berjalan selama tiga tahun, program pendidikan inovatif ini akhirnya membuahkan hasil manis dengan berhasil meluluskan angkatan pertamanya yang terdiri dari 126 siswa.
Tidak hanya berhenti pada pengembangan sekolah berasrama, Pemerintah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Mas Dhito juga menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap perluasan akses pendidikan.
Hal ini dibuktikan dengan adanya hibah lahan seluas 7,6 hektare yang berlokasi di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten. Lahan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat semakin membuka pintu kesempatan pendidikan yang lebih luas, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan bahkan miskin ekstrem, sehingga mereka dapat meraih masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.






