BMKG Peringatkan Potensi Pasang Maksimum Air Laut Akibat Super New Moon

News12 Views

GueBerita.com – Fenomena Super New Moon diprediksi akan terjadi pada tanggal 17 Mei 2026. Fenomena ini bertepatan dengan fase bulan baru, di mana Bulan berada pada titik perigee, yaitu jarak terdekatnya dengan Bumi.

Kondisi ini akan menyebabkan gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja lebih kuat. Akibatnya, potensi peningkatan tinggi pasang air laut menjadi lebih besar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan bahwa situasi ini dapat memicu terjadinya banjir rob di berbagai kawasan pesisir.

Dampak yang mungkin timbul dari banjir rob ini mencakup gangguan pada aktivitas pelabuhan. Selain itu, proses bongkar muat barang, pemukiman warga di pesisir, serta sektor tambak garam dan perikanan darat juga berpotensi terganggu.

BMKG memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai istilah Super New Moon. Fenomena ini merujuk pada fase bulan baru, di mana Bulan terlihat sangat kecil, bahkan hampir tidak dapat diamati dari Bumi.

Meskipun demikian, posisi Bulan yang berada di titik perigee memiliki pengaruh yang signifikan. Efek gravitasi yang ditimbulkannya menjadi lebih besar dibandingkan dengan kondisi pasang surut air laut yang normal.

Konsekuensinya, permukaan air laut dapat mengalami kenaikan yang lebih tinggi dari biasanya. Kenaikan pasang maksimum ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Baca juga: Sung Kang Ingin Kembali ke Indonesia Pasca The Elite Showcase 2026

Besarnya kenaikan pasang juga dipengaruhi oleh kondisi lokal. Faktor-faktor seperti bentuk garis pantai, arah angin, serta arus laut turut berperan. Oleh karena itu, dampak pasang maksimum dapat bervariasi di setiap wilayah pesisir.

Mengingat potensi tersebut, BMKG mengimbau daerah pesisir yang memiliki dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan diperlukan terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob.

Sebagai langkah antisipasi yang efektif, BMKG menyarankan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir. Dihimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi pasang laut secara berkala. Informasi dapat diakses melalui situs maritim.bmkg.go.id.

Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi terkini melalui akun resmi BMKGmaritim di berbagai platform media sosial. Pemantauan informasi ini penting untuk kesiapsiagaan.

Warga pesisir juga disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan sederhana. Tindakan ini dapat membantu meminimalisir dampak banjir rob. Salah satunya adalah memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.

Pengamanan perahu nelayan juga menjadi prioritas. Selain itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di sekitar pantai. Hal ini sebaiknya dilakukan saat puncak pasang air laut diperkirakan akan terjadi.