Pelaku Penembakan Bripka Arya Supena Meninggal dalam Baku Tembak dengan Polisi

Nasional12 Views

GueBerita.com – Keberhasilan Kepolisian Daerah Lampung dalam mengungkap kasus penembakan yang merenggut nyawa Bripka Anumerta Arya Supena, anggota Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung, menjadi sorotan publik.

Pelaku tunggal dalam insiden nahas ini, Bahroni alias Roni (23), dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan petugas kepolisian saat upaya penangkapan. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada hari Jumat, 15 Mei 2026.

Proses penangkapan ini mendapatkan perhatian luas di media sosial, terutama setelah akun Instagram resmi @subdit3.jatanraslpg mempublikasikan sebuah video yang memperlihatkan jalannya operasi aparat kepolisian.

Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Pasang Maksimum Air Laut Akibat Super New Moon

Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana sejumlah anggota kepolisian berkumpul dan melakukan briefing strategis sebelum operasi penangkapan dimulai. Hal ini menunjukkan kesiapan dan koordinasi yang matang dari tim gabungan.

Akun Instagram tersebut turut menyertakan keterangan yang tegas, “Bravo resmob Polda Lampung dan Ditintelkam Polda Lampung tuntas sudah.” Pernyataan ini menegaskan keberhasilan operasi dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, secara resmi membenarkan bahwa jajarannya telah berhasil mengungkap kasus penembakan yang menimpa Bripka Arya Supena. Beliau memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus ini.

Menurut Helfi, proses penangkapan terhadap pelaku dilaksanakan pada hari Jumat, sekitar pukul 05.00 WIB. Waktu penangkapan yang tergolong dini hari ini mengindikasikan upaya kepolisian untuk segera mengamankan pelaku.

“Benar, kasusnya sudah terungkap. Penangkapan terjadi pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB,” ujar Helfi dalam keterangan resminya yang dikeluarkan di Lampung. Pernyataan ini mengkonfirmasi bahwa pelaku telah berhasil diidentifikasi dan ditindak.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa Bahroni melakukan perlawanan ketika hendak diamankan oleh petugas. Perlawanan inilah yang kemudian memicu terjadinya baku tembak antara pelaku dan aparat kepolisian di lapangan.

Dalam insiden baku tembak yang terjadi, pelaku teridentifikasi terkena tembakan dari petugas. Akibat luka yang dideritanya, Bahroni dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Situasi ini menjadi penutup dari upaya penangkapan.

“Jenazah pelaku telah dievakuasi tim gabungan ke RS Bhayangkara Polda Lampung,” tambah Helfi. Evakuasi jenazah dilakukan untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penanganan sesuai prosedur hukum yang berlaku.