GueBerita.com – Keberadaan cicak di dalam rumah, meskipun sering dianggap lumrah, patut diwaspadai, terutama jika ditemukan kotoran atau fesesnya di area yang dekat dengan makanan, peralatan makan, atau tempat bermain anak. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh.
Pedoman Higiene dan Sanitasi Pangan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menekankan krusialnya menjaga kebersihan makanan dari kontaminasi hewan pembawa penyakit. Hal ini beralasan kuat mengingat satu butir kotoran cicak saja berpotensi membawa berbagai mikroorganisme berbahaya.
Kandungan dalam kotoran cicak tersebut meliputi bakteri, jamur, spora, asam urat, hingga telur cacing parasit. Semua ini dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Exotic Pet Medicine oleh Corrigan RM dan rekan-rekannya, kelompok reptil dan amfibi memang dikenal sebagai sumber penularan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Jika mikroorganisme dari kotoran cicak ini secara tidak sengaja masuk ke dalam tubuh manusia, risiko gangguan kesehatan yang serius dapat langsung mengintai. Salah satu bakteri yang paling sering dikaitkan dengan kotoran reptil adalah Salmonella.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Lembar Fakta Salmonella (Non-typhoidal) menjelaskan bahwa bakteri ini adalah penyebab utama gangguan pencernaan. Gejala yang ditimbulkan meliputi diare, demam, hingga muntah-muntah.
Baca juga: Tom Kane, Sang Legenda Pengisi Suara Star Wars dan Powerpuff Girls, Berpulang
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan pernah mencatat adanya kejadian luar biasa (outbreak) infeksi Salmonella yang berhubungan langsung dengan keberadaan reptil kecil seperti cecak atau tokek. Kejadian ini menjadi peringatan penting akan potensi bahaya yang dibawa oleh hewan tersebut.
Kondisi ini menjadi jauh lebih berbahaya bagi anak-anak. Sistem imun atau daya tahan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan, menjadikan mereka kelompok yang paling rentan terhadap infeksi.
Ditambah lagi, anak-anak memiliki kebiasaan aktif menyentuh berbagai benda di sekitar mereka. Refleks memasukkan tangan ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu sangat mungkin terjadi, meningkatkan risiko penularan.
Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan
Untuk menjaga kesehatan keluarga dan memenuhi standar kebersihan lingkungan rumah, berikut adalah beberapa langkah penting yang perlu segera dilakukan:
- Segera Bersihkan: Jangan menunda untuk membersihkan area yang terkena kotoran cicak. Penundaan dapat memperbesar risiko penyebaran bakteri.
- Jaga Kebersihan Tangan: Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah bersentuhan dengan area yang terkontaminasi kotoran cicak. Ini adalah langkah paling dasar namun sangat efektif.
- Lindungi Makanan: Pastikan makanan dan minuman selalu tertutup dengan baik agar terhindar dari jangkauan cicak. Kebersihan makanan adalah prioritas utama.
- Gunakan Sanitasi Rutin: Lakukan pembersihan area dapur dan sudut-sudut rumah secara berkala. Kebersihan menyeluruh dapat mencegah perkembangbiakan bakteri.
Jika anak Anda menunjukkan gejala seperti diare, muntah, demam, atau keluhan kesehatan lainnya setelah diduga terpapar kotoran hewan, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut. (*)






