GueBerita.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah memastikan bahwa roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Surabaya akan terus berjalan secara optimal meskipun dirinya sedang melaksanakan ibadah haji.
Perjalanan spiritual ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Eri Cahyadi melihat momen ini sebagai ujian dan pembuktian nyata terhadap sistem birokrasi yang telah dibangun dan diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selama ini.
Bersama sang istri, Rini Indriyani, Eri Cahyadi akan berangkat menunaikan ibadah haji. Periode yang sama juga dimanfaatkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, untuk melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima tersebut.
Dengan absennya Wali Kota dan Sekda karena menunaikan ibadah haji, tugas dan tanggung jawab sebagai kepala daerah akan diemban oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Ia akan menjabat sebagai pelaksana harian (Plh) Wali Kota Surabaya selama periode tersebut.
Sementara itu, untuk mengisi kekosongan posisi Sekretaris Daerah, jabatan Plh Sekda akan dipercayakan kepada Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Hariadi. Penunjukan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran administrasi pemerintahan.
“Insyaallah pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Ini sekaligus menjadi pembuktian terhadap sistem yang sudah kami bangun,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi pada Selasa, 19 Mei 2026. Pernyataannya ini menekankan keyakinannya pada kekuatan sistem yang telah tertanam.
Eri Cahyadi menjelaskan lebih lanjut bahwa selama dua minggu ia meninggalkan Surabaya, kinerja birokrasi akan benar-benar teruji. Pengujian ini meliputi kemampuan dalam menjaga kecepatan pelayanan publik dan efektivitas penanganan keluhan masyarakat, yang ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 1×24 jam.
Ia berpendapat bahwa keberhasilan sebuah kota seharusnya tidak semata-mata bergantung pada figur seorang kepala daerah. Sebaliknya, kesuksesan kota lebih ditentukan oleh kekuatan sistem birokrasi yang mampu bekerja secara cepat, tepat, dan konsisten dalam melayani kebutuhan masyarakat.
“Surabaya tidak boleh bergantung pada wali kotanya. Keberhasilan Surabaya ditentukan oleh birokrasi yang cepat, sistem yang tepat, serta kolaborasi yang baik dengan masyarakat,” tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan visi kepemimpinannya yang berorientasi pada pemberdayaan sistem dan partisipasi publik.
Sebelum bertolak ke Tanah Suci, Wali Kota Eri Cahyadi telah melakukan pertemuan dengan seluruh jajaran perangkat daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh sistem pelayanan publik tetap berjalan dengan optimal dan tanpa hambatan selama ia menjalankan ibadah haji.
Baca juga: Kunjungan Sekolah ke Istana: Belajar Kepemimpinan untuk Pelajar
Ia menekankan bahwa birokrasi memegang peranan krusial sebagai penentu utama keberhasilan sebuah pemerintahan. Hal ini dikarenakan masa jabatan seorang kepala daerah bersifat terbatas, sementara kewajiban untuk melayani masyarakat haruslah terus berjalan secara berkelanjutan dan tanpa kendala.






