Bhikkhu Tempuh Jalur Darat Bali-Borobudur, Menag Ingatkan Jaga Lingkungan Lewat Dharma

News10 Views

GueBerita.com – Jakarta menjadi pusat pelaksanaan ritual Pindapata Nasional, sebuah acara tahunan yang menunjukkan semangat pengabdian umat Buddha.

Lebih dari sekadar penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi platform untuk menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan global yang semakin mendesak.

Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, ratusan Bhikkhu bersama dengan para jemaah berkumpul untuk merayakan tradisi kuno ini.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara khusus memberikan apresiasi terhadap para Bhikkhu yang memilih menjalani kehidupan yang penuh kesederhanaan demi kemanusiaan.

Beliau menerima laporan mengenai sekelompok Bhikkhu yang sedang melakukan perjalanan luar biasa dengan berjalan kaki dari Bali hingga ke Candi Borobudur.

Acara utama Pindapata Nasional ini diselenggarakan di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan berhasil menarik perhatian publik dengan pesan-pesan mendalam yang dibawanya.

Menag Nasaruddin Umar menekankan betapa pentingnya upaya pelestarian alam. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari praktik keagamaan itu sendiri.

Beliau berpendapat bahwa pelaksanaan acara di ruang terbuka seperti ini memiliki makna ekologis yang sangat kuat, terutama di tengah situasi krisis lingkungan dunia yang semakin memburuk.

“Saat kita berjalan di atas tanah dan menghirup udara pagi hari ini, kita diingatkan untuk terus menjaga lingkungan dan alam sebagai bagian dari praktik dharma kita,” tegas Menteri Agama.

Ketua Panitia Pindapata Nasional, Daniel Johan, menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada tahun ini adalah ajakan untuk mewujudkan praktik spiritual melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama dan juga bagi bangsa.

Baca juga: Jaringan Judi Online Internasional Terbongkar di Jakbar, 321 WNA Ditangkap

“Pindapata bukan hanya sekadar sebuah ritual pemberian dana. Namun, tradisi ini merupakan warisan luhur yang telah berlangsung selama lebih dari 2.500 tahun, sejak Sang Buddha mencapai penerangan sempurna dan mendirikan Sanggha para Bhikkhu untuk pertama kalinya,” jelas Daniel Johan.