Menit Membaca Buku Efektif Kurangi Stres Hingga 68 Persen

Lifestyle10 Views

GueBerita.com – Di tengah gempuran notifikasi dan informasi digital yang tiada henti, sebuah aktivitas klasik seperti membaca buku ternyata menawarkan solusi ampuh untuk meredakan stres. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa meluangkan waktu hanya enam menit untuk membaca dapat menurunkan tingkat stres hingga 68%.

Angka ini terbilang signifikan, bahkan melampaui efektivitas metode relaksasi lain yang umum dilakukan, seperti mendengarkan musik, berjalan santai, atau sekadar menikmati secangkir teh hangat. Temuan ini dipublikasikan melalui informasi di Instagram the7percent.co, mengutip penelitian dari University of Sussex.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa dalam durasi membaca yang singkat itu, tubuh mengalami respons fisiologis yang nyata. Detak jantung mulai melambat, dan ketegangan otot yang menumpuk dapat berkurang secara dramatis. Ini menunjukkan adanya perubahan fisik yang positif.

Secara neurologis, otak memasuki kondisi ketenangan yang mendalam. Ini bukan sekadar fokus perhatian sesaat, melainkan sebuah perubahan substansial pada kondisi otak yang membawa efek relaksasi.

Manfaat membaca tidak berhenti pada efek relaksasi jangka pendek. Sebuah studi jangka panjang yang mengamati 3.635 orang dewasa berusia di atas 50 tahun selama 12 tahun, dilakukan oleh Universitas Yale, memberikan wawasan menarik lainnya.

Mereka yang rutin membaca lebih dari 3,5 jam setiap minggunya terbukti memiliki risiko kematian lebih rendah sebesar 23% selama periode penelitian. Lebih lanjut, kelompok pembaca ini juga menikmati rata-rata tambahan usia hidup selama 23 bulan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kebiasaan membaca.

Baca juga: Jungkook BTS Akui Belum Layak Disebut Bintang Pop

Keunggulan ini bersifat universal dan tidak terpengaruh oleh faktor demografis seperti jenis kelamin, tingkat kesejahteraan finansial, latar belakang pendidikan, atau kondisi kesehatan seseorang di awal penelitian. Ini menegaskan bahwa membaca adalah investasi kesehatan yang inklusif.

Aktivasi Otak dan Empati

Membaca, terutama karya fiksi, memberikan stimulasi yang unik pada area korteks sensorik di otak. Ketika kita membaca deskripsi tentang aroma, suara, atau tekstur, otak kita memprosesnya seolah-olah kita sedang mengalami sensasi tersebut secara langsung. Hal ini sangat berbeda dengan aktivitas pasif seperti menggulir layar ponsel.

Hasil pemindaian otak lebih lanjut menunjukkan bahwa membaca novel dapat memicu perubahan konektivitas di area otak yang berkaitan erat dengan empati dan pemrosesan emosi. Efek positif ini bahkan terdeteksi bertahan hingga beberapa hari setelah seseorang menyelesaikan bukunya.

Mencegah Penurunan Kognitif

Bagi kelompok lanjut usia, membaca berperan sebagai “senam otak” yang sangat penting. Sebuah studi dari Rush University menemukan bahwa kebiasaan membaca yang konsisten dapat memperlambat penurunan kemampuan kognitif hingga 32% pada orang dewasa yang berusia di atas 70 tahun.