Studi Banding ke UIN Walisongo, Kunci IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Menjadi Informatif

Pendidikan4 Views

GueBerita.com – Sebuah pencapaian gemilang diraih oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis, yang membanggakan nama Riau di kancah nasional.

Kampus yang awalnya memulai perjalanan dari titik nol ini kini telah mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi keagamaan negeri terbaik dalam hal keterbukaan informasi publik.

Penghargaan yang diraih ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan pengelolaan informasi yang baik dapat dicapai melalui komitmen yang kuat serta kerja keras seluruh elemen.

IAIN Datuk Laksemana Bengkalis berhasil meraih predikat Informatif sebagai salah satu dari 11 Badan Publik Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025.

Prestasi dalam standardisasi keterbukaan informasi ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang telah dilalui oleh IAIN Bengkalis sejak awal pendiriannya.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen yang mendalam dan perbaikan menyeluruh yang telah dilaksanakan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.

Langkah awal yang diambil oleh manajemen kampus adalah memperkuat fondasi internal melalui kejelasan hukum dan pembagian tugas yang terstruktur. Selain itu, IAIN Bengkalis juga giat belajar dan melakukan studi banding (benchmarking) ke Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo untuk menyerap praktik terbaik dalam pengelolaan informasi yang efektif.

“Pimpinan instansi telah mengambil langkah-langkah konkret dengan melakukan distribusi wewenang serta penetapan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang jelas. Hal ini bertujuan agar setiap lini layanan informasi dapat berjalan dengan optimal,” ujar Chafinudin, salah seorang perwakilan IAIN Bengkalis, di Bengkalis, Riau, pada tanggal 17 Juni 2026.

Chafinudin menambahkan, “Selain itu, sebagai upaya untuk memperluas wawasan dan meningkatkan standar pelayanan, IAIN Bengkalis secara aktif melakukan benchmarking ke UIN Walisongo. Tujuannya adalah untuk menyerap ilmu pengetahuan serta praktik-praktik terbaik dalam memajukan tata kelola informasi di kampus kami.”

Lebih lanjut, Chafinudin menjelaskan bahwa kendala infrastruktur atau teknologi bukanlah menjadi masalah utama yang dihadapi. Tantangan terbesar justru terletak pada kesiapan mental seluruh jajaran internal dalam mengadopsi budaya transparansi dan keberanian untuk mengatasi keraguan yang mungkin timbul.