Gus Barra Berikan 2,57 Ton Beras untuk 257 Anak Yatim di 8 Panti Asuhan Mojokerto

Nasional9 Views

GueBerita.com– Sebanyak 257 anak yang berada dalam pengasuhan delapan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Kabupaten Mojokerto menerima bantuan sosial berupa 2.570 kilogram beras dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan bahwa bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus menjamin terpenuhinya hak-hak anak yang tinggal di lembaga pengasuhan sosial.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto dalam kegiatan Penyaluran Bantuan Sosial Beras Sub Kegiatan Penyediaan Permakanan Tahun 2026 yang berlangsung di LKSA Al Muqorrobin, Dusun Santren, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, pada Rabu (10/6/2026) siang.

Sebanyak 2.570 kilogram beras disalurkan kepada 257 anak asuh yang berada di delapan LKSA.

Rinciannya meliputi LKSA Al Muqorrobin Sooko sebanyak 320 kilogram untuk 32 anak, LKSA Abdullah Latief Sooko sebanyak 400 kilogram untuk 40 anak, LKSA Muhammadiyah Cabang Dlanggu sebanyak 50 kilogram untuk 5 anak, LKSA Nurul Falah Puri sebanyak 400 kilogram untuk 40 anak, LKSA Incerah Mojosari sebanyak 430 kilogram untuk 43 anak, LKSA Yatim Sejahtera Pacet sebanyak 420 kilogram untuk 42 anak, LKSA Annur Jatirejo sebanyak 150 kilogram untuk 15 anak, serta LKSA Annur Fatmah Trawas sebanyak 400 kilogram untuk 40 anak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mojokerto, Camat Sooko bersama Forkopimca, serta para pengurus LKSA penerima bantuan.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan bahwa anak-anak yang tinggal di LKSA merupakan bagian penting dari generasi penerus Kabupaten Mojokerto yang perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan dari berbagai pihak.

“Anak-anak yang saat ini berada dalam pengasuhan LKSA adalah bagian dari generasi penerus Kabupaten Mojokerto. Mereka memiliki cita-cita, potensi, dan masa depan yang harus kita dukung bersama.

Karena itu, tanggung jawab terhadap tumbuh kembang mereka bukan hanya berada di pundak pengurus LKSA, tetapi juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi sosial, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Menurut Gus Barra, kebutuhan pangan merupakan salah satu aspek mendasar yang wajib dipenuhi.

Oleh sebab itu, Pemkab Mojokerto menyalurkan bantuan beras sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap keberlangsungan layanan pengasuhan yang dijalankan oleh LKSA.