GueBerita.com — Dulu, begadang demi menyelesaikan pekerjaan atau menikmati hiburan seolah menjadi identitas keren di kalangan anak muda. Budaya “hustle” dan maraton serial televisi kerap dipandang sebagai lambang produktivitas yang patut dibanggakan.
Namun, kini pandangan tersebut mulai bergeser secara signifikan. Generasi Z (Gen Z) justru tengah menggaungkan sebuah tren baru yang viral di media sosial, yaitu “sleepmaxxing”. Gerakan ini berfokus pada upaya maksimal untuk meningkatkan kualitas tidur, yang diyakini sebagai kunci utama kesehatan fisik dan mental.
Bagi Gen Z, tidur yang cukup bukan lagi identik dengan kemalasan. Sebaliknya, tidur berkualitas kini dipandang sebagai simbol kesuksesan modern dan manifestasi nyata dari praktik perawatan diri (self-care).
Pergeseran paradigma ini muncul seiring dengan maraknya penelitian ilmiah yang mengkonfirmasi dampak negatif dari kekurangan tidur kronis. Kurang tidur dapat merusak konsentrasi, memicu perubahan suasana hati yang drastis, mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh, bahkan meningkatkan risiko berbagai penyakit jangka panjang. Gaya hidup yang terus-menerus terhubung secara digital terbukti tidak lagi berkelanjutan bagi kesehatan.
Untuk memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang memadai demi menjaga kesehatan fisik dan mental tetap prima, para pakar kesehatan telah merumuskan panduan durasi tidur ideal yang disesuaikan dengan rentang usia:
- Remaja (14-17 tahun): Kelompok usia ini disarankan untuk mendapatkan waktu tidur sekitar 8 hingga 10 jam setiap malam demi perkembangan optimal.
- Dewasa (18-64 tahun): Rekomendasi umum bagi orang dewasa adalah tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam untuk menjaga fungsi tubuh dan kognitif.
Bagi Anda yang bersemangat untuk memulai perjalanan “sleepmaxxing” dan meningkatkan kualitas tidur, berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat diintegrasikan ke dalam rutinitas harian:
Baca juga: Pelatihan Satpol PP Kabupaten Kediri Tingkatkan Pencegahan Rokok Ilegal Bersama Bea Cukai
- Batasi Penggunaan Perangkat Elektronik (Screen Time): Sangat disarankan untuk menghindari paparan cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel, tablet, atau laptop setidaknya 1 hingga 2 jam sebelum waktu tidur. Cahaya biru dapat menekan produksi melatonin, hormon tidur.
- Terapkan Jadwal Tidur yang Konsisten: Kunci utama tidur berkualitas adalah keteraturan. Usahakan untuk selalu tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan. Ini membantu mengatur jam biologis tubuh Anda.
- Ciptakan Lingkungan Kamar Tidur yang Mendukung: Ubah kamar tidur Anda menjadi surga ketenangan. Pastikan ruangan tersebut sejuk, gelap, dan bebas dari kebisingan. Suasana yang nyaman akan mempermudah tubuh untuk rileks dan tertidur.
- Kurangi Konsumsi Kafein: Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi atau teh, terutama pada sore dan malam hari. Kafein dapat mengganggu ritme sirkadian alami tubuh, yaitu siklus tidur-bangun yang diatur oleh jam biologis internal.
Untuk memantau kemajuan dan efektivitas kebiasaan tidur baru Anda secara lebih akurat dan terukur, terdapat berbagai alat bantu yang bisa dimanfaatkan. Anda dapat menggunakan fitur “Sleep Schedule” yang umumnya tersedia pada aplikasi kesehatan bawaan ponsel pintar. Alternatif lainnya adalah merujuk pada panduan resmi yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan global terkemuka untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih mendalam. (*)






