Kurang Tidur Bisa Memicu Obesitas: Fakta Medis dan Pembakaran Kalori

Lifestyle13 Views

GueBerita.com — Mitos bahwa tidur berlebihan dapat menurunkan berat badan terbantah oleh fakta medis. Sebaliknya, kurang tidur justru menjadi salah satu faktor utama yang memicu kenaikan berat badan.

Saat tubuh kekurangan jam tidur, keseimbangan hormon menjadi terganggu. Hal ini menyebabkan peningkatan hormon ghrelin, yang merangsang rasa lapar, dan penurunan hormon leptin, yang memberi sinyal kenyang.

Akibatnya, seseorang cenderung mengidam dan mengonsumsi makanan berkalori tinggi, seperti gorengan atau camilan di malam hari.

Prestasi Siswa Provinsi-Nasional Antarkan Guru MAN 1 Deli Serdang ke Forum Global

Oleh karena itu, tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam per hari tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan secara drastis, melainkan untuk menjaga stabilitas metabolisme agar tubuh tidak mudah gemuk.

Meskipun dalam kondisi istirahat, tubuh manusia tetap aktif membakar kalori. Proses ini terjadi karena organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak terus berfungsi, menjalankan perbaikan sel, dan menjaga sirkulasi darah.

Data kesehatan menunjukkan bahwa jumlah kalori yang terbakar saat tidur bervariasi tergantung pada durasi tidur, berat badan, usia, dan laju metabolisme individu. Rata-rata, seseorang membakar sekitar 40 hingga 60 kalori per jam saat tidur.

Tradisi Manten Tebu PT RMI Binangun, Syukur Panen Sekaligus Pelestarian Budaya Blitar

Berikut adalah estimasi pembakaran kalori berdasarkan durasi tidur:

  • 1 Jam Tidur: Membakar sekitar 45–60 kkal, setara dengan setengah buah pisang.
  • 5 Jam Tidur: Membakar sekitar 230–300 kkal, setara dengan satu buah donat.
  • 6 Jam Tidur: Membakar sekitar 280–360 kkal.
  • 7 Jam Tidur: Membakar sekitar 330–420 kkal.
  • 8 Jam Tidur: Membakar sekitar 380–480 kkal, setara dengan kalori yang terbakar saat lari santai sejauh 5 kilometer.

Penting untuk dicatat bahwa menambah waktu tidur melebihi 8 jam tidak akan secara signifikan meningkatkan pembakaran kalori. Setelah mencapai batas optimal, proses pembakaran kalori dalam tubuh akan mencapai titik maksimalnya.

Baca juga: BYD Buka Pabrik Mobil Listrik di Indonesia, Kapasitas 150 Ribu Unit per Tahun

Menjaga pola tidur yang teratur dan cukup tetap menjadi kunci utama dalam mendukung gaya hidup sehat dan mempertahankan berat badan yang ideal. (*)