Wakil Wali Kota Blitar Dorong Literasi Balita Lewat Kunjungan Posyandu

News8 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Blitar terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan bagi masyarakatnya, terutama di kalangan balita. Upaya ini diperkuat dengan adanya kunjungan langsung dari Wakil Wali Kota ke kegiatan posyandu yang diselenggarakan di wilayahnya.

Kunjungan ini bukan sekadar pemantauan rutin, melainkan juga menyoroti sebuah inovasi menarik. Layanan posyandu kini diperkaya dengan pengenalan budaya literasi sejak dini, sebuah langkah strategis untuk menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak balita.

Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, turut hadir dan meninjau langsung kegiatan posyandu ILP di Kelurahan Bendogerit pada Rabu, 6 Mei 2026. Suasana posyandu kali ini terasa berbeda, lebih semarak dengan adanya program tambahan yang inovatif.

Selain memastikan kesehatan balita melalui layanan posyandu yang standar, kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan program penguatan budaya literasi. Program ini dikenal dengan nama PANGLIMA KANCIL, yang merupakan singkatan dari Pasukan Literasi Mari Kawan Membaca Keliling.

Baca juga: Pengisian 80% dalam 4,6 Menit: Klaim Baterai Solid-State Donut Lab Dipertanyakan

Kehadiran PANGLIMA KANCIL di tengah-tengah kegiatan posyandu menjadi strategi jitu untuk mendekatkan dunia literasi kepada anak-anak sejak usia dini. Tujuannya adalah agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan.

Melalui armada literasi yang bergerak keliling ini, anak-anak diperkenalkan dengan beragam buku dan diajak untuk berinteraksi langsung dengan aktivitas membaca. Suasana yang dibangun dibuat senyaman dan semenarik mungkin agar anak-anak merasa antusias.

Sinergi antara layanan kesehatan dasar di posyandu dengan pengenalan literasi ini diharapkan dapat secara efektif menumbuhkan minat baca yang kuat sejak usia balita. Diharapkan, kebiasaan baik ini akan terus berlanjut hingga mereka dewasa.

PANGLIMA KANCIL tidak akan berhenti di satu lokasi saja. Program ini direncanakan akan terus menyasar posyandu-posyandu lain di seluruh Kota Blitar. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan literasi di tingkat masyarakat yang lebih luas.

Inisiatif pengintegrasian program literasi dalam kegiatan rutin masyarakat seperti posyandu ini diharapkan dapat menjadi model yang baik. Wilayah lain di Kota Blitar dapat meniru dan mengadaptasi program serupa untuk memperluas jangkauan literasi.