Dinas Pertanian Nganjuk Jamin Kesehatan dan Ketersediaan Ternak Jelang Iduladha 1447 H – Pemerintah Kabupaten Nganjuk, melalui Dinas Pertanian, telah memberikan jaminan terkait ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Berdasarkan data neraca potensi ternak, wilayah Nganjuk dipastikan memiliki surplus yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, drh. Ery Cahyono, menyampaikan bahwa total stok hewan kurban yang tersedia di Kabupaten Nganjuk saat ini mencapai 33.070 ekor. Angka ini terdiri dari berbagai jenis ternak yang umum dijadikan hewan kurban.
Rincian stok hewan kurban tersebut meliputi 11.754 ekor sapi, 14.135 ekor kambing, 7.101 ekor domba, dan 80 ekor kerbau. Jumlah ketersediaan ini menunjukkan bahwa Nganjuk memiliki pasokan yang jauh melampaui estimasi kebutuhan untuk tahun 2026, yang diperkirakan hanya mencapai 15.756 ekor.
Baca juga: Mas Dhito Kunjungi Nenek Pengasuh Tiga Cucu, Beri Bantuan Rumah dan Modal Usaha
Lebih lanjut, kebutuhan yang diproyeksikan untuk Iduladha 1447 H mencakup 1.718 ekor sapi, 13.620 ekor kambing, dan 418 ekor domba. Dengan adanya surplus yang signifikan, kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan hewan kurban dapat ditepis.
“Kabupaten Nganjuk mengalami surplus hewan kurban sebanyak 17.314 ekor. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan,” tegas drh. Ery Cahyono dalam pernyataan resminya. Surplus ini menjadi bukti kesiapan Nganjuk dalam menyambut salah satu hari besar umat Islam.
Perhitungan ketersediaan hewan kurban ini didasarkan pada alokasi sepuluh persen dari total populasi ternak yang siap potong di wilayah Nganjuk. Saat ini, total populasi ternak di Nganjuk tercatat cukup besar, meliputi 117.500 ekor sapi potong, 126.600 ekor kambing, 71.209 ekor domba, dan 747 ekor kerbau.
Selain memastikan kuantitas, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk juga menaruh perhatian besar pada aspek kualitas dan kesehatan hewan kurban. Pihak otoritas setempat mengonfirmasi bahwa kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) telah berhasil dikendalikan. Data hingga April 2026 menunjukkan penurunan kasus yang signifikan untuk kedua penyakit tersebut.
Berbagai langkah preventif terus digalakkan untuk menjaga kesehatan ternak. Program vaksinasi menjadi salah satu strategi utama, yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain vaksinasi, penerapan biosekuriti yang ketat dan pengobatan intensif juga menjadi fokus dalam menjaga kebugaran dan kesehatan hewan ternak.
Terkait dengan distribusi hewan ternak, pemerintah daerah telah menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat. SOP ini berlaku untuk lalu lintas ternak, terutama yang melintasi antarwilayah di Kabupaten Nganjuk.
Setiap hewan kurban yang rencananya akan dikirim ke luar daerah wajib menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh oleh dokter hewan yang berwenang. Setelah dinyatakan sehat dan memenuhi persyaratan, barulah izin resmi dapat dikeluarkan untuk pengiriman.
Dengan kesiapan stok hewan kurban yang melimpah dan pengawasan kesehatan yang ketat, masyarakat diimbau untuk dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan penuh keyakinan. Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban.






