GueBerita.com – Kisah pilu datang dari Dusun Kandat, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, di mana tiga anak kecil harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran ibu mereka. Perjuangan mereka kini ditanggung oleh sang kakek dan nenek di sebuah rumah sederhana di Jalan Kembang Kuning.
Kejadian ini terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026. Tiga bocah tersebut kini hidup bersama kakek dan nenek mereka setelah ibu mereka meninggal dunia sebulan yang lalu. Kehidupan mereka yang penuh keterbatasan menjadi sorotan publik.
Anak sulung dari ketiga bersaudara itu bernama Arvino, yang baru berusia 7 tahun dan saat ini duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Ia kini menjadi salah satu dari tiga anak yang harus merasakan kehilangan.
Baca juga: Ferrari Luce, Mobil Listrik dengan Desain Minimalis ala Eks Apple Jony Ive
Dua adiknya adalah anak kembar, Arcelio dan Arsenio. Keduanya masih berusia 2 tahun 4 bulan dan membutuhkan perhatian serta perawatan ekstra setiap harinya. Keberadaan mereka menambah beban pengasuhan bagi kakek dan neneknya.
Seluruh kebutuhan ketiga cucunya kini sepenuhnya ditanggung oleh sang nenek, Sholikah, yang berusia 50 tahun. Kondisi ekonomi keluarga ini diketahui sangat terbatas, sehingga setiap kebutuhan harus dikelola dengan sangat hati-hati.
Berita mengenai perjuangan keluarga kecil ini akhirnya sampai ke telinga Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Beliau yang akrab disapa Mas Dhito menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib keluarga tersebut.
Mas Dhito, didampingi oleh jajaran pemerintah daerah, segera mengunjungi keluarga tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi kehidupan dan memberikan dukungan kepada mereka.
Di hadapan Bupati Kediri, Sholikah menceritakan kronologi kepergian putrinya. Ia mengungkapkan bahwa putrinya meninggal dunia pada bulan April lalu akibat sakit yang dideritanya. Sejak saat itu, tanggung jawab mengasuh ketiga cucunya jatuh sepenuhnya ke pundak Sholikah dan suaminya.
Lebih lanjut, Sholikah juga menyampaikan mengenai keberadaan ayah dari ketiga anak tersebut. Disebutkan bahwa ayah dari anak-anak tersebut tidak pernah memberikan kepastian atau kabar apapun setelah kepergian istrinya. Keberadaannya menjadi pertanyaan besar bagi keluarga.
“Ke sini datang pas istrinya tidak ada (meninggal) tapi tidak ngomong ke saya sama sekali anaknya bagaimana,” ungkap Sholikah dengan nada sedih. Pernyataannya menunjukkan betapa absennya peran sang ayah dalam situasi sulit ini.






