Warga Medan Keluhkan Kelangkaan Pertalite dan Pertamax

News1 Views

GueBerita.com – Warga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Sumatera Utara, menghadapi situasi sulit akibat menipisnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax.

Kondisi ini memaksa mereka untuk mengantre dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga berjam-jam, demi mendapatkan BBM yang mereka butuhkan.

Berdasarkan informasi yang beredar melalui unggahan di akun Instagram @lensacinematic.sumut, antrean panjang terlihat di beberapa SPBU strategis. Di antaranya adalah SPBU yang berlokasi di Pajak Sore, SPBU Simpang Pos, dan SPBU Lau Chih yang berada di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan.

Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memanjang hingga memenuhi badan jalan, menciptakan kemacetan dan menyulitkan mobilitas warga lainnya.

Banyak pengendara yang memilih untuk tetap bertahan dalam antrean, meskipun tidak ada kepastian kapan mereka akan mendapatkan giliran. Mereka beralasan bahwa BBM sangat vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan pribadi maupun pekerjaan.

Situasi serupa tidak hanya terjadi di Medan, tetapi juga dilaporkan meluas ke wilayah lain. Di Banyuasin, Sumatera Selatan, kondisi antrean panjang akibat kelangkaan BBM juga dilaporkan terjadi.

Menanggapi permasalahan ini, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan pasokan BBM tersebut. Ia menyatakan bahwa kondisi ini dipicu oleh adanya pemberhentian massal yang dilakukan oleh para sopir truk pengangkut BBM.

Untuk mengatasi situasi darurat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama PT Pertamina (Persero) serta aparat TNI dan Polri. Langkah ini bertujuan untuk segera menyiapkan pengemudi pengganti.

Dengan adanya pengemudi pengganti, diharapkan distribusi BBM dapat segera kembali normal dan pasokan di SPBU dapat teratasi.

Di tengah keprihatinan antrean panjang yang terjadi, muncul kabar duka. Seorang sopir truk di Banyuasin dilaporkan meninggal dunia. Ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kendaraannya saat sedang mengantre BBM.

Dugaan awal menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat kelelahan yang ekstrem. Namun, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat sangat berharap agar PT Pertamina dapat segera memulihkan kelancaran distribusi BBM. Informasi yang jelas dan akurat mengenai ketersediaan stok di SPBU yang terdampak juga sangat dinantikan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Hal ini penting agar mereka dapat mengetahui perkembangan terkini mengenai pasokan BBM di wilayah masing-masing dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.