GueBerita.com – Mengalami fluktuasi rasa percaya diri dalam berbagai situasi adalah hal yang lumrah bagi setiap individu. Namun, ketika perasaan tidak berharga dan rendah diri muncul secara persisten hingga memengaruhi cara berpikir dan bertindak, ini bisa menjadi indikasi bahwa harga diri (self-esteem) seseorang berada pada tingkat yang rendah.
Dalam ranah psikologi, individu yang menghadapi krisis harga diri seringkali mengembangkan mekanisme pertahanan diri yang kurang tepat melalui kebiasaan sehari-hari. Ironisnya, banyak yang tidak menyadari hal ini karena perilaku tersebut tampak normal. Padahal, jika dibiarkan dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menghambat kebahagiaan serta menghalangi perkembangan potensi diri.
Berikut adalah enam kebiasaan sehari-hari yang seringkali menjadi penanda bahwa seseorang sedang berjuang dengan tingkat harga diri yang rendah:
1. Kerap Merendahkan Kemampuan Diri Sendiri
Individu dengan harga diri rendah cenderung merasa tidak sebaik orang lain. Akibatnya, mereka seringkali melontarkan komentar negatif atau merendahkan diri sendiri, baik dalam candaan maupun keseriusan. Profesor psikologi Jeffrey S. Nevid menjelaskan betapa kuatnya pengaruh bahasa terhadap kondisi mental.
“Kata-kata yang kita gunakan memiliki dampak psikologis yang kuat karena manusia berpikir melalui bahasa. Semakin sering seseorang melabeli dirinya secara negatif, semakin kuat keyakinan tersebut tertanam dalam pikirannya”.
Oleh karena itu, penting untuk mulai memerhatikan cara kita berbicara pada diri sendiri (self-talk).
2. Meminta Maaf secara Berlebihan
Mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah sikap yang patut dihargai. Namun, jika Anda terus-menerus meminta maaf untuk hal-hal sepele, bahkan yang bukan merupakan kesalahan Anda, ini bisa menjadi pertanda rapuhnya harga diri Anda.






