GueBerita.com – Masyarakat Pedukuhan Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa dengan membangun sekolah sederhana. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak bagi anak-anak di wilayah pedalaman.
Sebelum adanya bangunan sekolah ini, proses belajar mengajar anak-anak di Batu Nyangka dilakukan secara berpindah-pindah. Kegiatan tersebut seringkali dilaksanakan dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya. Kondisi ini berlangsung cukup lama.
Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah murid yang ingin menempuh pendidikan terus bertambah. Situasi ini membuat metode belajar yang berpindah-pindah dinilai tidak lagi efektif dan memadai untuk menampung seluruh siswa.
Menyadari pentingnya pendidikan bagi generasi muda, masyarakat Batu Nyangka kemudian mengambil langkah bersama. Melalui musyawarah dan kesepakatan, mereka memutuskan untuk melakukan patungan dana. Dana yang terkumpul ini nantinya akan digunakan untuk mewujudkan pembangunan sebuah bangunan sekolah yang lebih permanen.
Proses pembangunan sekolah ini sepenuhnya dilakukan dengan mengandalkan swadaya masyarakat. Warga bahu-membahu menyumbangkan tenaga kerja mereka. Selain itu, mereka juga berinisiatif mencari dan membawa kayu bulat langsung dari hutan sebagai bahan utama bangunan.
Bahan bangunan lainnya seperti daun kirai juga dikumpulkan warga untuk dijadikan atap sekolah. Semangat kebersamaan terlihat jelas dalam setiap tahapan pembangunan, menunjukkan komitmen kuat mereka terhadap pendidikan.
Lebih dari sekadar membangun fisik, warga juga mengumpulkan dana untuk membeli sebidang tanah. Tanah yang dibeli ini kemudian dihibahkan kepada pemerintah. Tujuannya agar sekolah yang dibangun memiliki status hukum yang jelas dan legal di mata pemerintah.
Dengan status yang jelas, diharapkan sekolah ini dapat memperoleh dukungan resmi dari pemerintah di masa mendatang, baik dari segi fasilitas maupun tenaga pengajar. Hal ini akan sangat membantu kelangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Dulu anak-anak masih belajar di rumah-rumah warga. Setelah murid mulai banyak, kami gotong royong membangun sekolah,” ujar Junaidi, salah seorang tokoh masyarakat Batu Nyangka. Pernyataannya menggambarkan kondisi awal dan motivasi di balik pembangunan sekolah ini.
Menurut Junaidi, pembangunan sekolah ini merupakan wujud nyata dari kepedulian mendalam masyarakat terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka. Mereka menyadari bahwa akses pendidikan yang baik adalah kunci penting bagi perkembangan generasi penerus.
Melalui inisiatif ini, warga Batu Nyangka berharap kehadiran sekolah baru dapat memberikan tempat belajar yang lebih stabil dan kondusif. Mereka juga optimis bahwa sekolah ini akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedalaman mereka.
Pemerintah Pekon Tanjung Raja menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari masyarakat Batu Nyangka. Pihak pemerintah pekon berkomitmen penuh untuk membantu kelancaran proses administrasi terkait hibah tanah tersebut.
Selain itu, pemerintah pekon juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus. Tujuannya adalah untuk memastikan sekolah ini dapat segera mendapatkan perhatian dan dukungan yang dibutuhkan dari pemerintah daerah.
Warga Batu Nyangka memiliki harapan besar. Mereka berdoa agar setelah seluruh proses administrasi dan pembangunan selesai, sekolah ini dapat segera memperoleh alokasi tenaga pengajar yang memadai. Ketersediaan guru berkualitas sangat krusial untuk proses belajar mengajar yang efektif.
Selain itu, mereka juga berharap agar sekolah ini dapat dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Dukungan penuh dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, diharapkan dapat terwujud agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih optimal dan memberikan hasil terbaik bagi anak-anak.






