GueBerita.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini tengah menggenjot pelaksanaan Proyek Multi Years (MYP) pembangunan jalan. Proyek ini merupakan salah satu program prioritas utama dari Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Saat ini, keenam paket pekerjaan yang termasuk dalam proyek ini telah memasuki fase konstruksi. Pengerjaan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Program pembangunan jalan ini didanai secara khusus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,5 triliun. Targetnya adalah penanganan jalan sepanjang sekitar 1.400 kilometer. Jalan yang akan ditangani mencakup sekitar 100 ruas jalan provinsi yang tersebar di 24 kabupaten dan kota. Proyek ini direncanakan akan dilaksanakan dalam periode 2025 hingga 2027.
Lingkup pekerjaan yang dilakukan sangat komprehensif. Ini mencakup pengaspalan jalan baru, pengecoran beton pada beberapa segmen, pembangunan sistem drainase yang memadai, pembuatan talud pengaman, hingga pemasangan box culvert. Selain itu, juga dilakukan upaya preservasi atau pemeliharaan pada sejumlah ruas jalan yang dinilai strategis.
Pemerintah provinsi memiliki harapan besar terhadap program ini. Diharapkan, proyek pembangunan jalan ini dapat secara signifikan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk memperkuat akses bagi masyarakat terhadap berbagai fasilitas dan layanan, serta memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Prof. Wahyu Haryadi Piarah, seorang Guru Besar dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, memberikan pandangannya mengenai skema pelaksanaan proyek ini. Ia menilai bahwa skema kontrak multi years merupakan pilihan yang sangat tepat untuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar seperti yang sedang dijalankan.
Pernyataan Prof. Wahyu ini disampaikan dalam sebuah kesempatan pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Beliau menekankan bahwa skema ini memberikan jaminan yang kuat terkait pendanaan. Selain itu, kepastian waktu pelaksanaan juga menjadi keunggulan tersendiri.
Dengan adanya kepastian pendanaan dan waktu, Prof. Wahyu berpendapat bahwa para kontraktor akan lebih leluasa untuk fokus menjaga kualitas hasil konstruksi. Mereka tidak akan merasa terburu-buru untuk menyelesaikan pekerjaan hanya demi mengejar batas akhir tahun anggaran yang seringkali menjadi kendala.
Lebih lanjut, Prof. Wahyu juga mengapresiasi pembagian pekerjaan proyek menjadi enam paket terpisah. Menurutnya, strategi ini memungkinkan proyek pembangunan berjalan secara paralel di berbagai lokasi secara bersamaan. Hal ini tentu saja akan mempercepat penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Prof. Wahyu juga menambahkan bahwa pembagian paket ini mempermudah proses pengawasan mutu. Dengan begitu, standar kualitas pembangunan dapat tetap terjaga dengan baik di setiap paket pekerjaan.
Peningkatan kualitas infrastruktur jalan ini, menurut Prof. Wahyu, sangat diyakini akan membawa dampak positif yang luas. Mobilitas masyarakat diprediksi akan menjadi lebih lancar. Biaya distribusi barang dan logistik diperkirakan akan menurun secara signifikan. Selain itu, akses masyarakat terhadap fasilitas penting seperti layanan kesehatan dan pendidikan juga akan semakin kuat dan mudah dijangkau.
Beliau juga menyoroti potensi lain dari pembangunan jalan ini. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas jalan memiliki potensi besar untuk membuka pusat-pusat ekonomi baru. Sektor-sektor seperti perdagangan, jasa transportasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga sektor pariwisata diharapkan akan mendapatkan dorongan pertumbuhan yang signifikan berkat konektivitas yang lebih baik.






