Kelangkaan BBM di Sumut Berlanjut Hingga Hari Keempat, Antrean di SPBU Kualanamu Jadi Perhatian

Viral15 Views

GueBerita.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis subsidi, masih melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara hingga hari ini, Kamis (16/7/2026).

Situasi ini terlihat jelas dengan adanya antrean kendaraan yang sangat panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bandara Kualanamu. Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran proses pengisian, petugas dari Polsek Kawasan Bandara Kualanamu bersama dengan tim Avsec bandara dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan.

Salah satu warga Sumatera Utara, Indah Nira Sukma, melalui akun media sosial Instagramnya dengan nama pengguna @indahnirasukma, menyampaikan keluhannya mengenai durasi antrean yang sangat lama. Ia melaporkan bahwa antrean tersebut sudah berlangsung sejak dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, dan baru berakhir menjelang petang, sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam unggahan yang dibagikannya, Indah memperlihatkan kondisi antrean kendaraan yang mengular panjang di SPBU Bandara Kualanamu. Ia menekankan bahwa warga harus rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan pasokan BBM.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang ini dilaporkan telah menjadi pemandangan yang umum terjadi selama empat hari terakhir. Bahkan, antrean tersebut sempat memanjang hingga mendekati area gerbang utama Bandara Kualanamu, menunjukkan tingkat keparahan kelangkaan yang terjadi.

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Medan, Rico Waas, secara terpisah menyatakan bahwa Pemerintah Kota Medan telah mengambil langkah dengan meminta PT Pertamina untuk segera melakukan perbaikan dalam pelayanan distribusi BBM. Permintaan ini didorong oleh adanya antrean panjang yang terus terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kota Medan.

Dalam pernyataannya yang dirilis pada Rabu (15/7/2026), Rico menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjalin koordinasi erat dengan pihak Pertamina. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa distribusi BBM dapat berjalan lancar dan pasokan dapat tersalurkan secara merata ke seluruh SPBU yang ada di Kota Medan.

Di sisi lain, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, memberikan pandangannya mengenai dampak kelangkaan BBM. Ia menilai bahwa kondisi ini berpotensi besar mengganggu berbagai aspek penting dalam perekonomian, mulai dari rantai pasok logistik, kelancaran mobilitas kegiatan usaha, hingga peningkatan biaya produksi.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan pada Rabu (15/7/2026), Firsal menyoroti bahwa antrean panjang yang terjadi di berbagai daerah tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas. Lebih jauh lagi, hal ini dapat menghambat proses distribusi barang dan berisiko memicu kenaikan harga pada kebutuhan pokok, yang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya inflasi.

Kadin Sumut juga memberikan peringatan keras kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kelompok usaha ini dinilai menjadi pihak yang paling rentan dan berisiko terdampak apabila gangguan dalam distribusi BBM terus berlanjut tanpa adanya solusi yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait mengenai penyebab pasti dari kelangkaan BBM ini. Demikian pula, belum ada informasi pasti mengenai perkiraan waktu normalisasi pasokan BBM di wilayah Sumatera Utara.