BRIN Ciptakan Kombucha Ganoderma dan Madu Khasiat Unggul

Lifestyle3 Views

GueBerita.com — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menghadirkan terobosan baru dalam minuman kesehatan dengan memadukan jamur herbal Ganoderma lucidum dan madu murni untuk menghasilkan kombucha. Formula inovatif ini dirancang sebagai alternatif minuman fungsional baru yang memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia.

Rizki Rabeca Elfirta, Peneliti Ahli Muda di Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, menjelaskan bahwa inovasi ini mengganti bahan baku teh konvensional dengan rebusan jamur Ganoderma lucidum. Selain itu, gula pasir juga digantikan dengan madu murni.

“Kombucha tradisional biasanya dibuat dari seduhan teh, gula, dan SCOBY. Dalam inovasi yang kami kembangkan, kami mengganti seduhan teh dengan rebusan jamur Ganoderma, yang merupakan jamur obat. Sumber gulanya pun kami ganti dengan madu, sehingga menghasilkan produk minuman fungsional dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” ungkap Rizki.

Pemilihan jamur Ganoderma lucidum, yang kerap dijuluki sebagai “Raja Jamur”, didasari oleh kandungan bioaktif dan polisakaridanya yang sangat melimpah. Mengingat teksturnya yang keras dan tidak umum dikonsumsi langsung, proses fermentasi kombucha menjadi solusi praktis untuk mengekstrak dan memanfaatkan manfaat jamur ini.

Proses pembuatannya dimulai dengan merebus bubuk jamur Ganoderma. Setelah air rebusan tersebut dingin, dicampurkan madu sebagai pengganti gula pasir. Madu dipilih karena kandungan glukosa dan fruktosanya yang alami lebih cepat dicerna oleh mikroorganisme. Cairan hasil campuran ini kemudian difermentasi menggunakan kultur SCOBY.

“Berdasarkan hasil optimasi yang kami lakukan di laboratorium, waktu fermentasi yang paling optimal kami temukan pada hari kedelapan,” ujar Rizki.

Selama proses fermentasi, wadah kombucha harus ditempatkan di lokasi yang bersih, terlindung dari sinar matahari langsung, dan tidak sering dipindahkan. Proses fermentasi ini menghasilkan asam asetat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan, serta asam glukonat yang berperan dalam mendukung proses detoksifikasi tubuh.

“Asam asetat yang terbentuk selama fermentasi dapat membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Sementara itu, asam glukonat memiliki peran penting dalam proses detoksifikasi. Karena menggunakan Ganoderma, produk ini juga diperkaya dengan polisakarida, yang dikenal memiliki aktivitas imunomodulator. Hal ini berpotensi membantu memperkuat daya tahan tubuh,” jelas Rizki.

Rizki memastikan bahwa tingkat keasaman kombucha yang dihasilkan ini aman untuk dikonsumsi. Namun, bagi individu yang memiliki sensitivitas terhadap rasa asam, disarankan untuk mengonsumsinya setelah makan. Ia juga menambahkan bahwa meskipun resep konvensional yang menggunakan gula pasir masih bisa diaplikasikan, penggunaan madu murni terbukti secara signifikan mempercepat proses fermentasi.