Edukasi Ratusan Pelajar Prambon untuk Menekan Pernikahan Dini

Nasional2 Views

GueBerita.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Nganjuk secara proaktif menggalakkan program untuk menurunkan angka pernikahan di usia dini.

Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak (CEPAK) yang dikombinasikan dengan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Acara ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Prambon, Nganjuk, pada hari Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan edukatif ini diikuti oleh ratusan pelajar dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Kecamatan Prambon. Tujuannya adalah membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya merencanakan masa depan dan membangun keluarga yang kokoh.

Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ny. Yuni Marhaen, menekankan bahwa pernikahan adalah sebuah komitmen besar yang menuntut kesiapan paripurna dari segala aspek.

Menurut pandangannya, keputusan untuk menikah tidak seharusnya dilandasi oleh sekadar mengikuti tren atau tekanan sosial. Usia remaja, menurutnya, adalah masa krusial untuk dimanfaatkan secara maksimal demi menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.

“Anak berhak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan memaksimalkan potensinya. Pernikahan bukanlah sebuah perlombaan, melainkan sebuah keputusan besar yang membutuhkan kesiapan matang,” ungkap Yuni saat memberikan arahan kepada para pelajar. Ia melanjutkan bahwa kesiapan untuk membina rumah tangga mencakup kesiapan fisik, mental, emosional, sosial, hingga kemapanan ekonomi.

Dalam sesi edukasi tersebut, para peserta mendapatkan paparan materi yang disajikan secara interaktif oleh Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Nganjuk. Materi yang disampaikan secara spesifik membahas berbagai konsekuensi negatif dari pernikahan di usia dini. Di antaranya adalah risiko gangguan pada kesehatan reproduksi, hambatan dalam melanjutkan pendidikan, kerentanan pada aspek psikologis, hingga potensi timbulnya permasalahan kesejahteraan keluarga di kemudian hari.

Diharapkan, melalui sosialisasi ini, para remaja dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab terhadap kesehatan reproduksi mereka.

Selain sesi edukasi, TP PKK Kabupaten Nganjuk juga memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada sepuluh siswa berprestasi yang berasal dari Kecamatan Prambon.

Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada para pelajar agar tetap fokus dalam meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Diharapkan pula mereka dapat menjadi agen perubahan positif di kalangan teman sebaya.

Melalui gerakan CEPAK yang digagasnya, TP PKK Nganjuk menegaskan bahwa upaya pencegahan perkawinan anak tidak bisa dilakukan secara terpisah. Hal ini memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, meliputi lingkungan keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.