Strategi Hilirisasi Kratom Kemdiktisaintek: Menilik Potensi Riset Nasional
GueBerita.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menginisiasi langkah strategis untuk mentransformasi komoditas kratom menjadi produk industri bernilai tambah tinggi. Upaya ini dimatangkan melalui pertemuan koordinasi yang melibatkan pimpinan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) serta manajemen PT Indofarma di Jakarta pada Selasa (13/10).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar kekayaan sumber daya alam nasional tidak sekadar diekspor dalam bentuk mentah. Pemerintah mendorong agar kratom dikelola melalui pendekatan riset yang komprehensif guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi negara.
Fokus Teknologi dan Standarisasi Produk
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan bahwa kunci utama dalam pengembangan kratom terletak pada penguasaan teknologi pengolahan. Fokus riset saat ini diarahkan pada optimalisasi teknik ekstraksi dan pemurnian untuk menghasilkan konsentrasi senyawa mitraginin dengan tingkat kemurnian di atas 98 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Kemdiktisaintek akan mengintegrasikan kemampuan akademisi dan industri. Penguasaan teknologi yang mumpuni dianggap sebagai prasyarat mutlak agar produk turunan kratom memiliki daya saing tinggi di pasar global sekaligus memenuhi standar keamanan yang ketat.
Sinergi Riset dan Hilirisasi Industri
Strategi Hilirisasi Kratom akan dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor yang terstruktur. Dalam skema ini, peran masing-masing lembaga telah ditetapkan secara spesifik:
- PT Indofarma: Bertanggung jawab dalam menyiapkan fasilitas pengolahan herbal serta merancang proyek percontohan untuk memastikan kualitas produk akhir sesuai dengan standar pasar.
- ITERA dan BRIN: Fokus pada kajian mendalam mengenai aspek aktivitas farmakologi yang akan menjadi landasan ilmiah pengembangan obat jadi.
Kemdiktisaintek juga tengah melakukan pemetaan terhadap seluruh tim peneliti yang terlibat. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana kemajuan riset yang telah dicapai, sehingga hasil yang sudah matang dapat segera diarahkan ke fase hilirisasi secara terukur dan sistematis.
Penguatan Regulasi dan Keamanan
Di samping aspek teknis dan produksi, pengembangan kratom memerlukan landasan regulasi yang kuat. Kemdiktisaintek menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menyusun kerangka hukum yang tepat agar pemanfaatan kratom tetap berada dalam koridor yang diawasi secara ketat oleh pemerintah.
Seluruh tahapan, mulai dari penelitian dasar, pemenuhan persyaratan administratif, hingga penerapan teknologi di lapangan, akan dilakukan dengan prinsip tanggung jawab. Sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri kratom yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, namun juga menjamin keamanan serta kemanfaatan produk bagi masyarakat luas.
Pengembangan ini diharapkan menjadi model hilirisasi komoditas lokal berbasis sains yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional secara berkelanjutan.(*)












