GueBerita

Portal Berita Terkini, Viral & Informasi Hari Ini

Pasca Pemilu AS, Kongres AS Agendakan Pemakzulan Pete Hegseth

Avatar photo

GueBerita.com – Gejolak politik di Amerika Serikat memuncak pasca pemilihan sela yang digelar pada Selasa (3/11). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dikabarkan tengah mempersiapkan langkah untuk melakukan pemungutan suara terkait pemakzulan Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, yang rencananya akan diagendakan paling cepat pada pekan depan.

Ketegangan ini mencuat setelah hasil pemilu sela menunjukkan pergeseran kekuatan yang signifikan di parlemen. Berdasarkan proyeksi CNN dan Bloomberg, Partai Demokrat diprediksi akan meraih mayoritas kursi di DPR, serta berpotensi menguasai Senat dengan perolehan setidaknya 51 kursi. Kekalahan telak Partai Republik dalam kontestasi legislatif ini memicu evaluasi internal mendalam di tubuh partai tersebut.

Anggota Kongres dari Partai Republik asal Kentucky, Thomas Massie, secara terbuka menyatakan kepada CNN rencananya untuk mengusulkan pemungutan suara pemakzulan terhadap Pete Hegseth. Langkah ini diyakini akan segera dibahas begitu Kongres kembali bersidang pada pekan depan. Beberapa sumber dari internal Partai Republik bahkan memperkirakan bahwa usulan pemakzulan tersebut memiliki peluang besar untuk mendapatkan persetujuan.

Posisi Hegseth di Pentagon kini berada dalam sorotan tajam. Ia diduga menjadi sosok kunci yang meyakinkan Presiden Donald Trump untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak memberikan hasil strategis yang diharapkan, yang kemudian menjadi salah satu poin kritik utama terhadap kinerjanya.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menunjukkan sikap yang kontras dengan dinamika di Kongres. Trump secara terbuka memberikan apresiasi terhadap kinerja kepala Pentagon tersebut dan menegaskan tidak memiliki rencana untuk melakukan perombakan atau mengganti posisi Hegseth dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, laporan dari CBS News mengungkapkan adanya perdebatan di lingkaran dalam Presiden. Trump dikabarkan sempat melakukan diskusi dengan para penasihatnya mengenai kelangsungan jabatan Hegseth, terutama mempertimbangkan dampak politik dari kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela yang baru saja berlalu.

Sebagai informasi tambahan, pemilu sela AS yang berlangsung pada 3 November lalu merupakan agenda politik besar yang melibatkan pemilihan 35 kursi Senat dan seluruh 435 kursi di DPR. Selain itu, pemilihan legislatif dan gubernur juga dilaksanakan secara serentak di berbagai negara bagian, yang kini berdampak langsung pada stabilitas posisi pejabat di kabinet pemerintahan Trump.

Hingga saat ini, situasi di Washington masih terus berkembang. Fokus publik tertuju pada bagaimana Presiden Trump akan merespons tekanan dari Kongres, serta apakah dukungan pribadinya kepada Hegseth dapat bertahan di tengah arus perubahan mayoritas di parlemen.

Avatar photo