GueBerita.com – RS Era Medika memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kelalaian medis yang dilaporkan oleh seorang pasien asal Gondang, Tulungagung. Pasien tersebut melaporkan dokter bedah dan rumah sakit ke Polres Tulungagung setelah menemukan adanya kasa medis tertinggal di tubuhnya pasca operasi di Singapura.
Peristiwa ini telah menimbulkan perhatian publik mengenai standar keselamatan pasien dan transparansi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kejadian bermula pada Desember 2025, ketika pasien berinisial YS (49) menjalani operasi pengangkatan tumor jinak di ketiak di RS Era Medika.
Masalah baru terungkap ketika YS berada di Singapura. Luka bekas operasinya robek, dan pemeriksaan medis mendapati adanya kasa medis yang tertinggal di area operasi. Hal ini menyebabkan YS melaporkan dugaan kelalaian medis kepada dokter bedah dan manajemen RS Era Medika ke Polres Tulungagung.
Laporan tersebut kini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian guna mengumpulkan bukti dan menentukan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terkait. Pihak RS Era Medika, berdasarkan informasi yang diterima pada tanggal 7 Mei, menyatakan bahwa mereka telah melakukan klarifikasi dan penelusuran internal secara mendalam mengenai kasus yang menimpa pasien asal Gondang tersebut.
Proses klarifikasi ini dilakukan dengan merujuk pada data medis yang ada dan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh prosedur medis yang dijalankan terhadap pasien telah sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Manajemen RS Era Medika juga menekankan kembali komitmen mereka terhadap profesionalisme, keselamatan pasien, dan kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak membuat spekulasi liar mengenai kasus ini. Imbauan ini bertujuan agar tidak timbul kesalahpahaman yang dapat meresahkan publik, sembari menunggu hasil resmi dari proses investigasi yang sedang berjalan.
Baca juga: Penurunan Produksi Mobil Inggris Akibat Tekanan Ekspor dan Permintaan Global
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh institusi kesehatan. Peningkatan protokol operasi dan pengawasan pasca-bedah yang lebih ketat sangat diperlukan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Keselamatan dan kepercayaan pasien harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan kesehatan. (*)






