Peran AI dalam Dunia Kreatif dan Batasan Etikanya Dibahas di Malang

Teknologi7 Views

GueBerita.com – Sebuah diskusi penting mengenai etika pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam ranah kreatif dan jurnalistik diselenggarakan di Co-Working Space EJSC Bakorwil Malang pada Selasa, 21 April 2026.

Acara ini mengundang para praktisi media terkemuka untuk berbagi pandangan dan wawasan mengenai perkembangan terkini dalam penggunaan AI.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Advisor East Java Super Corridor, Andhi Prasetyo, yang sekaligus memperkenalkan fasilitas ruang kerja bersama EJSC.

Andhi Prasetyo menjelaskan bahwa East Java Super Corridor (EJSC) merupakan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang didirikan sebagai pusat kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif di wilayah tersebut.

Ia menambahkan bahwa konsep serupa EJSC juga telah direplikasi dan tersedia di beberapa daerah lain di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro, Madiun, Jember, dan Pamekasan, untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif secara merata.

Dalam sesi diskusi utama, Pemimpin Redaksi AboutMalang.com, Arvendo Mahardika, memberikan pemaparan mendalam mengenai transformasi signifikan yang terjadi dalam proses produksi konten berkat adopsi AI.

Arvendo Mahardika menyoroti bagaimana tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu, seperti transkripsi wawancara dan penyusunan naskah berita, kini dapat diselesaikan dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi berkat bantuan teknologi AI.

Ia memberikan contoh konkret penggunaan berbagai aplikasi yang terintegrasi dengan AI, seperti Canva untuk desain grafis dan fitur-fitur cerdas yang ada pada Microsoft PowerPoint untuk mempermudah pembuatan materi presentasi yang menarik.

Selain itu, Arvendo juga menyebutkan beberapa alat bantu lain yang sangat membantu kinerja para jurnalis, termasuk TurboScribe untuk transkripsi otomatis dan Gemini, sebuah model bahasa AI yang dapat membantu dalam berbagai aspek penulisan dan riset.

Meskipun demikian, Arvendo Mahardika menekankan poin krusial bahwa peran manusia sebagai pengambil keputusan akhir dan penjamin kualitas tetap tidak tergantikan.

Baca juga: Apple Memasuki Era Baru, John Ternus Ditunjuk Sebagai CEO

Ia menegaskan bahwa AI, meskipun canggih, memiliki keterbatasan inheren dan masih berpotensi menghasilkan informasi yang keliru atau tidak akurat.