Dorong Pemanfaatan AI Aman, Pelatihan Lintas Instansi Tekankan Risiko dan Etika Data

Teknologi18 Views

GueBerita.com – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia dilaporkan telah memasuki tahap implementasi luas dalam berbagai sektor kerja, termasuk lingkungan pemerintahan.

Penggunaan AI disebut mampu mempercepat proses analisis, menyederhanakan pekerjaan administratif, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam sejumlah kasus, teknologi ini dapat memangkas waktu kerja yang sebelumnya memakan berjam-jam menjadi hitungan menit.

Peningkatan efisiensi tersebut diikuti dengan potensi risiko, khususnya terkait keamanan dan kerahasiaan data, yang dikutip Kamis (30/4).

Sejumlah pengguna dilaporkan masih memasukkan informasi sensitif ke dalam sistem AI publik tanpa memahami proses pengolahan dan penyimpanannya.

Kondisi tersebut mendorong Asosiasi.ai mengambil langkah melalui penyelenggaraan pelatihan pemanfaatan AI yang berfokus pada optimalisasi penggunaan sekaligus perlindungan data.

Baca juga: Roblox Terapkan Verifikasi Usia Sesuai PP TUNAS

Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari lima kementerian dan lima lembaga negara, serta berlangsung di sekretariat Asosiasi.ai dalam format interaktif.

Dalam pelatihan tersebut, produktivitas tinggi disebut perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap risiko penggunaan AI.

Peserta diperkenalkan pada praktik penggunaan AI yang aman, termasuk membatasi input data sensitif dan melakukan validasi terhadap hasil yang dihasilkan sistem.

Sejumlah organisasi dinilai telah mengadopsi AI secara cepat, namun belum sepenuhnya diiringi pemahaman mengenai batas aman penggunaannya.

Pelatihan ini juga menyoroti bahwa kebiasaan sederhana, seperti memasukkan data internal ke dalam prompt, dapat menimbulkan risiko besar terhadap keamanan informasi.