Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Brantas Blitar Diperluas

News6 Views

GueBerita.com – Tim SAR gabungan kembali dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Brantas, Blitar, dalam upaya menemukan Isnaini, seorang warga Dusun Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, yang dilaporkan hilang terseret arus.

Pencarian intensif ini telah memasuki hari kedua pada Selasa, 19 Mei 2026. Insiden nahas yang menimpa Isnaini terjadi pada Senin siang, 18 Mei 2026, ketika ia sedang mencari ikan bersama beberapa warga lainnya.

Peristiwa tragis ini berawal ketika warga memutuskan untuk mencari ikan di Sungai Brantas pasca-dilakukannya *flushing* oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jegu Wlingi Raya. Tiba-tiba, arus sungai menjadi sangat deras, menyebabkan beberapa orang terseret, termasuk korban Isnaini yang berusia 50 tahun.

Baca juga: Ribuan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terjaring, Proses Penerimaan Masih Berlangsung

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., yang bertindak sebagai *SAR Mission Coordinator* (SMC), mengonfirmasi bahwa operasi pencarian korban telah dimulai sejak hari pertama laporan diterima. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan segera setelah laporan kejadian tenggelamnya Isnaini masuk pada Senin malam, 18 Mei 2026.

“Begitu kami menerima laporan, kami segera mengerahkan satu tim *rescue* dari Unit Siaga SAR Malang Raya untuk bergabung dalam upaya pencarian bersama unsur potensi SAR lainnya,” jelas Nanang.

Dalam insiden serupa yang terjadi bersamaan, dua warga lain, yaitu Badi dan Yasmani, juga sempat terseret arus sungai. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang sigap memberikan pertolongan.

Memasuki hari kedua operasi pencarian pada Selasa, 19 Mei 2026, tim SAR gabungan meningkatkan intensitas upaya dengan mengerahkan dua *Search and Rescue Unit* (SRU) air. Kedua SRU ini menggunakan perahu karet dan dilengkapi dengan berbagai peralatan *water rescue* untuk menyisir aliran Sungai Brantas.

Penyisiran dilakukan secara sistematis, dimulai dari titik lokasi di mana korban dilaporkan tenggelam. Upaya ini kemudian dilanjutkan menyusuri aliran sungai hingga mencapai area Bendungan Serut. Total jarak yang ditempuh dalam penyisiran ini diperkirakan mencapai sekitar 4,6 kilometer.

Selama proses pencarian berlangsung, kedua SRU air melakukan manuver perahu karet secara strategis di berbagai titik yang diduga menjadi lokasi korban berada. Manuver ini bertujuan untuk menciptakan gelombang air yang diharapkan dapat membantu mengangkat benda-benda yang mungkin berada di dasar sungai, termasuk kemungkinan keberadaan korban.