GueBerita.com – Musik campursari terus memegang teguh posisinya di hati para penikmat musik tradisional Indonesia. Salah satu tokoh sentral di balik keabadian genre ini adalah maestro legendaris, Manthous.
Di antara berbagai karya monumental yang telah ia ciptakan, lagu “Nyidam Sari” menonjol sebagai salah satu yang paling ikonik. Lagu ini tidak hanya terus didengarkan, tetapi juga dinyanyikan ulang oleh berbagai generasi, membuktikan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu.
Perpaduan antara alunan nada gamelan yang syahdu dengan sentuhan modernitas musik pada masanya, menjadikan “Nyidam Sari” sebuah lagu yang selalu berhasil menghanyutkan pendengarnya ke dalam suasana romansa Jawa yang kental.
Lagu “Nyidam Sari” sendiri merupakan sebuah tembang campursari legendaris yang lahir dari tangan dingin maestro Manthous. Secara mendalam, lagu ini menggambarkan perasaan cinta yang begitu dalam, pengorbanan yang tulus, serta sumpah setia yang diikrarkan oleh sepasang kekasih, bahkan disaksikan oleh seluruh alam semesta.
Inti sari dari makna lagu ini berpusat pada komitmen kesetiaan yang absolut dari seseorang kepada pasangannya. Cinta yang diungkapkan dalam lagu ini digambarkan tidak akan pernah pudar dan akan selalu terpatri abadi di dalam hati, bahkan jika terhalang oleh jarak yang sangat jauh, seperti gunung dan samudra, hingga maut menjemput.
Lirik Lagu Campursari “Nyidam Sari” – Karya Manthous
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu “Nyidam Sari” yang diciptakan oleh Manthous:
[Verse 1]
Upama Sliramu Sekar Melati
Aku Kumbang Nyidam Sari
Upama Sliramu Margi, Wong Manis
Aku Kang Bakal Ngliwati
[Verse 2]
Sineksen Lintange Luku, Semana
Janji Prasetyaning Ati
Tansah Kumanthil Ning Netra, Rinasa
Kerasa Rasaning Driya
[Chorus / Refrain]
Midera Sak Jagad Raya
Kalingana Wukir Lan Samodra
Nora Ilang Memanise, Adhuh
Dadi Ati Selawase
[Verse 3]
Nalika Nira Ing Dalu, Atiku
Lam-Lamen Sira Wong Ayu
Nganti Mati Ora Bakal Lali
Lha Kae Lintange Mlaku
[Verse 1 – Pengulangan]
Upama Sliramu Sekar Melati
Aku Kumbang Nyidam Sari
Upama Sliramu Margi, Wong Manis
Aku Kang Bakal Ngliwati
[Verse 2 – Pengulangan]
Sineksen Lintange Luku, Semana
Janji Prasetyaning Ati
Tansah Kumanthil Ning Netra, Rinasa
Kerasa Rasaning Driya
[Chorus / Refrain – Pengulangan]
Midera Sak Jagad Raya
Kalingana Wukir Lan Samodra
Nora Ilang Memanise, Adhuh
Dadi Ati Selawase
[Verse 3 – Pengulangan]
Nalika Nira Ing Dalu, Atiku
Lam-Lamen Sira Wong Ayu
Nganti Mati Ora Bakal Lali
Lha Kae Lintange Mlaku (*)
Makna yang terkandung dalam lirik lagu ini sangat dalam. Pada bait pertama, metafora bunga melati dan kumbang yang mendambakan sari bunga melambangkan kerinduan dan ketertarikan yang mendalam. Jika sang kekasih diibaratkan sebagai jalan, maka sang penyanyi siap untuk melaluinya, menunjukkan kesiapan untuk menjalani apapun demi cinta.
Bait kedua memperkuat janji setia. “Sineksen Lintange Luku, Semana” berarti disaksikan oleh bintang-bintang, yang menjadi saksi bisu dari janji suci di dalam hati. Perasaan cinta tersebut digambarkan selalu melekat di pandangan mata dan terasa di dalam sanubari, menunjukkan kedalaman emosi yang dirasakan.
Bagian refrain atau chorus, “Midera Sak Jagad Raya, Kalingana Wukir Lan Samodra,” menekankan luasnya perjalanan cinta yang siap ditempuh. Meskipun harus berkeliling seluruh jagat raya, melewati gunung dan samudra, keindahan dan manisnya cinta tersebut tidak akan pernah hilang. Cinta itu akan selamanya bersemayam di hati.
Bait ketiga menggambarkan kerinduan yang tak terhingga, bahkan di malam hari. Sang kekasih selalu terbayang, menunjukkan betapa sang penyanyi sangat merindukan sosok pujaan hatinya. Penegasan bahwa cinta ini tidak akan terlupakan hingga akhir hayat, diperkuat dengan pengamatan terhadap bintang yang terus berjalan, seolah melambangkan perjalanan waktu yang takkan mengikis rasa cinta.
Secara keseluruhan, “Nyidam Sari” adalah sebuah ode untuk cinta yang abadi, kesetiaan yang tak tergoyahkan, dan pengorbanan tanpa batas. Lagu ini menjadi bukti kejeniusan Manthous dalam merangkai kata dan melodi yang mampu menyentuh hati pendengarnya lintas generasi.






