GueBerita.com – Lagu “Sewu Kutho”, yang secara harfiah berarti “Seribu Kota”, menyajikan narasi mendalam tentang upaya gigih seseorang yang rela menjelajahi tak terhitung banyaknya kota dan bertanya kepada berbagai individu demi menemukan kembali kekasih yang menghilang tanpa jejak.
Meskipun upaya pencarian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun belum membuahkan hasil, dan berbagai cara telah ditempuh untuk mengubur kenangan, api cinta di dalam dada justru tak pernah padam.
Inti dari keindahan lagu ini terletak pada ketulusan hati sang penyanyi. Ia menyatakan kesediaannya untuk menerima kenyataan jika sang kekasih telah menemukan kebahagiaan (mulyo) bersama orang lain. Permintaannya pun sederhana, yakni hanya satu pertemuan singkat, sekilas pandang, sebagai penawar rindu yang begitu mendalam.
Lirik dan Terjemahan Lengkap Lagu “Sewu Kutho” Karya Didi Kempot
Lagu ini dibuka dengan gambaran perjalanan panjang sang pencari. Ia telah melewati seribu kota, sebuah metafora untuk perjuangan yang luar biasa luas dan melelahkan.
Setiap kota yang ia singgahi, ia mencoba bertanya kepada seribu hati, mencari petunjuk tentang keberadaan sang terkasih. Namun, setiap usaha tersebut berakhir dengan kekecewaan karena tak ada satu pun yang mengetahui kepergian sang kekasih.
Verse 1
Sewo Kuto Uwis Tak Liwati
(Seribu Kota Sudah Aku Lewati)
Sewu Ati Tak Takoni
(Seribu Hati Sudah Aku Tanyai)
Nanging Kabeh
(Tetapi Semua)
Podo Rangerteni
(Sama-Sama Tidak Mengerti)
Lungamu Neng Endi
(Pergimu Ke Mana)
Tahun-tahun berlalu tanpa hasil yang memuaskan. Sang pencari terus berjuang, namun hingga kini, ia belum berhasil menemukan kekasihnya.
Verse 2
Pirang Tahun Anggonku Nggoleki
(Berapa Tahun Sudah Aku Mencari)
Seprene Durung Biso Nemoni
(Sampai Sekarang Belum Bisa Menemui)
Di bagian chorus, terungkap perjuangan batin yang tak kalah berat. Sang pencari telah berusaha keras untuk melupakan, namun segala upaya tersebut sia-sia.
Ia mengakui dengan jujur bahwa rasa cintanya masih begitu kuat, belum terkikis oleh waktu maupun jarak.
Chorus
Wis Tak Coba
(Sudah Aku Coba)
Nglaliake
(Melupakan)
Jenengmu Soko Atiku
(Namamu Dari Hatiku)
Sak Tenane Aku Ora Ngapusi
(Sebenarnya Aku Tidak Berbohong)
Isih Tresno Sliramu
(Masih Cinta Dirimu)
Bagian selanjutnya dari lagu ini menampilkan sisi kerelaan dan kebesaran hati sang pencari. Ia menyadari bahwa kebahagiaan sang kekasih adalah prioritas.
Jika sang kekasih telah menemukan kehidupan yang lebih baik dan bahagia, ia akan menerima dengan lapang dada.
Verse 3
Umpamane Kowe Uwis Mulyo
(Seandainya Kamu Sudah Hidup Mulia/Bahagia)
Lilo Aku Lilo
(Rela Aku Rela)
Puncak emosional lagu ini tersampaikan melalui bridge dan outro. Sang pencari memiliki satu permohonan yang paling mendesak, yaitu kesempatan untuk bertemu kembali.
Permohonan ini bukanlah untuk kembali menjalin hubungan secara utuh, melainkan hanya sekadar pertemuan singkat, bahkan hanya sekejap mata, demi mengobati kerinduan yang mendalam di hatinya.
Bridge
Yo Mung Siji Dadi Panyuwunku
(Ya Hanya Satu Yang Jadi Permintaanku)
Aku Pengin Ketemu
(Aku Ingin Bertemu)
Senajan Waktumu Mung Sedhela
(Walaupun Waktumu Hanya Sebentar)
Kanggo Tombo Kangen Jroning Dodo
(Untuk Obat Kangen Di Dalam Dada)
Bagian chorus diulang kembali, menegaskan kembali perjuangan batin dan keteguhan cinta sang pencari.
Kembali, kerelaan hati sang pencari dipertegas. Ia siap menerima takdir jika sang kekasih telah menemukan kebahagiaan.
Di bagian akhir, permohonan untuk bertemu kembali diulang dengan penekanan pada durasi singkat pertemuan yang diinginkan. Bahkan hanya sekejap mata pun sudah cukup sebagai penawar rindu yang teramat sangat.
Outro
Yo Mung Siji Dadi Panyuwunku
(Ya Hanya Satu Yang Jadi Permintaanku)
Aku Pengin Ketemu
(Aku Ingin Bertemu)
Senajan Sak Kedeping Moto
(Walaupun Hanya Sekejap Mata)
Tak Nggo Tombo Kangen Jroning Dodo
(Aku Gunakan Untuk Obat Kangen Di Dalam Dada)
Senajan Waktumu Mung Sedhela
(Walaupun Waktumu Hanya Sebentar)
Tak Nggo Tombo Kangen Jroning Dodo
(Aku Gunakan Untuk Obat Kangen Di Dalam Dada)
Baca juga: Audiensi dengan PT Minarak Lapindo Jaya, Bupati Sidoarjo: Satuan Tugas Dibuka Kembali
Lagu “Sewu Kutho” berhasil menggambarkan kedalaman rasa cinta yang tak lekang oleh waktu dan jarak, serta ketulusan hati yang mampu merelakan kebahagiaan orang yang dicintai, bahkan jika itu berarti harus berpisah selamanya.






