Jumail Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Pencarian di Muara Sreseh Sampang

News10 Views

GueBerita.com – Kisah tragis menimpa Jumail (57), seorang nelayan asal Desa Mandangin, Kabupaten Sampang. Setelah dilaporkan hilang selama dua hari saat sedang mencari ikan di laut, Jumail akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah korban ditemukan di kawasan muara Sreseh, sebuah lokasi yang menjadi titik akhir dari upaya pencarian yang telah dilakukan oleh tim SAR gabungan. Penemuan ini mengakhiri penantian keluarga dan proses pencarian yang intensif.

Jumail, yang merupakan warga Dusun Tengah, Desa Mandangin, ditemukan pada Senin (18/05) siang. Lokasi penemuan di muara Sreseh, Kabupaten Sampang, menjadi saksi bisu dari akhir perjalanan hidupnya di laut yang dicintainya.

Sebelum ditemukan, Jumail diduga kuat terjatuh dari kapalnya. Peristiwa nahas ini diperkirakan terjadi saat ia sedang fokus mencari ikan di perairan yang terletak di sebelah utara Pulau Mandangin. Kondisi laut atau faktor lain yang belum terkonfirmasi menjadi dugaan awal penyebab kecelakaan tersebut.

Baca juga: Pelantikan Pj Sekda Blitar oleh Bupati Hingga 3 Juli 2026

Begitu laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan segera bergerak cepat. Prioritas utama adalah melakukan evakuasi terhadap korban. Langkah sigap ini diambil untuk memastikan penanganan jenazah dapat dilakukan dengan segera dan layak.

“Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi dan membawa jenazah korban ke RSUD Kabupaten Sampang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya. Beliau yang menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi pencarian ini, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan situasi.

Proses pencarian ini sendiri bermula dari adanya laporan yang cukup mengkhawatirkan. Laporan tersebut menyebutkan adanya penemuan sebuah kapal yang tidak berawak di perairan sebelah utara Pulau Mandangin. Kejadian ini memicu kekhawatiran akan keselamatan sang nelayan.

Menanggapi laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya tidak membuang waktu. Satu tim rescue segera dikerahkan dari Pos SAR Sumenep. Tim tersebut mulai bergerak pada Sabtu (16/05) sekitar pukul 19.00 WIB, menandai dimulainya operasi pencarian besar-besaran.

“Kapal milik korban ditemukan sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Mandangin,” tambah Nanang, memberikan detail mengenai titik awal pencarian. Penemuan kapal tanpa awak ini menjadi petunjuk penting bagi tim SAR untuk mempersempit area pencarian.

Untuk memastikan cakupan pencarian yang maksimal, operasi ini melibatkan berbagai unsur gabungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas area penyisiran dan meningkatkan peluang penemuan korban.

Tim SAR gabungan yang berjuang di lapangan terdiri dari berbagai instansi dan komunitas. Mereka adalah rescuer dari Pos SAR Sumenep, BPBD Kabupaten Sampang, Polairud Sampang, Kamladu Camplong, Syahbandar Mandangin, PMI Kabupaten Sampang, Polres Kabupaten Sampang, Polsek Pangarengan, Dinkes Kabupaten Sampang, serta para nelayan setempat yang sangat memahami kondisi perairan.

Upaya pencarian dilakukan dengan strategi yang terstruktur. Tim dibagi menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan penyisiran di area yang berbeda. Pembagian tugas ini bertujuan agar setiap sudut perairan dapat diperiksa secara cermat.

Setelah jenazah Jumail berhasil ditemukan, operasi SAR secara resmi dinyatakan dihentikan. Nanang Sigit P. H. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Dedikasi dan kerja sama semua elemen menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi pencarian ini, meskipun berakhir dengan duka.