Indonesia Dinilai Paling Baik untuk Pengembangan Ekonomi Syariah Global

Nasional20 Views

GueBerita.com – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, telah menyerukan agar Indonesia memegang kendali kepemimpinan global dalam pengembangan ekosistem keuangan Islam.

Seruan penting ini disampaikan saat acara Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berlangsung di Jakarta pada hari Minggu, 24 Mei 2026.

Menag menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk bertransformasi dari sekadar pengguna produk keuangan syariah menjadi produsen utama pemikiran, sains, teknologi, dan sistem ekonomi syariah yang diakui dunia.

Menurut pandangannya, keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengikut perkembangan yang berasal dari Timur Tengah.

“Kini saatnya kita memberikan kontribusi yang lebih produktif agar pemikiran ekonomi syariah kita dapat dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Kita tidak perlu lagi terus-menerus menunggu apa yang lahir dari masyarakat Timur Tengah. Indonesia adalah wilayah yang paling kondusif untuk berpikir jernih dan murni, karena tidak ada konflik atau perang di sekitar kita,” tegas Nasaruddin Umar saat berbicara di The Tribrata Conventions Center.

Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa stabilitas dan kondusivitas yang ada di Indonesia merupakan modal yang sangat berharga untuk dapat melahirkan pemikiran ekonomi syariah yang orisinal dan dapat diterapkan secara praktis.

Baca juga: Dirut PLN Awasi Pemulihan Listrik Sumatra dari Pekanbaru

Dengan kondisi lingkungan yang mendukung tersebut, para akademisi dan praktisi diharapkan dapat bekerja dengan lebih fokus dan mendalam dalam mengembangkan sistem ekonomi syariah yang benar-benar relevan bagi kebutuhan umat.

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga memberikan apresiasi terhadap peran Masyarakat Ekonomi Syariah. Organisasi nirlaba ini berperan sebagai wadah penting bagi para akademisi, praktisi, birokrat, dan pakar di bidang ekonomi Islam.

MES didirikan dengan tujuan utama untuk mempercepat proses pengembangan dan penerapan sistem ekonomi syariah di seluruh penjuru Indonesia.

“Sejak awal didirikan, MES telah bertindak sebagai lokomotif penggerak yang secara aktif bersinergi dengan pemerintah, otoritas keuangan, serta seluruh pelaku usaha. Tujuannya adalah untuk memperkuat literasi keuangan syariah di masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi umat,” ujar Menag.

Pemerintah memberikan harapan besar agar sinergi yang terjalin antara MES, para regulator, dan pelaku industri dapat terus diperkuat. Sinergi ini diharapkan mampu semakin memantapkan ekosistem keuangan syariah yang ada di tingkat nasional. (*)