GueBerita.com – Gelaran Festival Rujak Uleg 2026 berhasil menyita perhatian ribuan warga Surabaya dan sekitarnya, mengubah Surabaya Expo Center (SUBEC) menjadi lautan manusia yang merayakan kekayaan kuliner khas Kota Pahlawan. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, sebuah momen penting bagi identitas kota.
Tidak hanya warga lokal yang antusias, festival ini juga menarik minat pengunjung dari berbagai penjuru Jawa Timur, yang datang untuk turut merasakan kemeriahan dan keunikan tema yang diusung tahun ini, yaitu “Rujak Phoria”. Tema ini dipilih untuk memberikan nuansa yang berbeda dan lebih kekinian.
Inspirasi tema “Rujak Phoria” diambil dari euforia Piala Dunia 2026 yang sedang melanda dunia. Nuansa sepak bola terasa begitu kental, mulai dari dekorasi panggung, atribut yang dikenakan peserta, hingga gelaran lomba fashion show yang bertajuk Sport Fashion, Surabaya World Fashion Carnival. Kehadiran unsur olahraga ini diharapkan dapat menarik perhatian generasi muda.
Suasana meriah dan penuh semangat yang tercipta membuat Festival Rujak Uleg tahun ini terasa istimewa. Perpaduan antara tradisi kuliner dan elemen populer seperti sepak bola berhasil menciptakan pengalaman yang unik dan relevan bagi berbagai kalangan usia.
Di tengah gelombang pengunjung yang memadati area festival, Festival Rujak Uleg 2026 membuktikan bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik yang luar biasa. Hal ini menjadi penanda penting di tengah pesatnya perkembangan dan modernisasi kota Surabaya.
Baca juga: Dugaan Pencurian Telur di Pasar Pahing Kota Kediri Terekam CCTV
Riuh rendah suara tawa dan percakapan warga, ragam kostum kreatif yang dikenakan peserta, aroma khas rujak cingur yang menggugah selera, serta semangat kebersamaan yang terpancar, menjadikan malam itu lebih dari sekadar festival kuliner. Ini adalah perayaan identitas, kebanggaan, dan persatuan warga Surabaya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat sambutan masyarakat yang begitu luar biasa terhadap festival ini. Ia menekankan pentingnya acara ini sebagai lebih dari sekadar agenda tahunan.
Bagi Eri Cahyadi, Festival Rujak Uleg adalah representasi ruang kebersamaan sejati bagi seluruh warga Surabaya, tanpa terkecuali oleh perbedaan latar belakang sosial maupun ekonomi. Ia merasa bangga melihat bagaimana acara ini mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Pilihan tema Piala Dunia tahun ini dinilai strategis untuk menciptakan atmosfer yang lebih semarak dan akrab di hati masyarakat, khususnya para kawula muda. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam berinovasi untuk menjaga relevansi tradisi.
“Alhamdulillah, hari ini antusiasme masyarakat luar biasa. Tadi saya juga sempat bertanya langsung, dan respons masyarakat sangat positif. Mereka sampai mengatakan, iki tumplek-blek (penuh sesak), karena yang ikut mengulek hari ini beragam, mulai dari pengurus hotel, pengurus RW, pelaku SWK (Sistem Warga Kota), hingga perguruan tinggi. Jadi benar-benar menjadi pesta rakyat warga Surabaya,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi dengan penuh semangat, menggarisbawahi keberhasilan festival dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat.






