Achmad Syahri Minta Maaf Usai Main Gim di Rapat DPRD Jember, Teguran Keras dari Gerindra

News13 Views

GueBerita.com – Anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri, menuai kritik tajam setelah beredarnya video yang menampilkan dirinya asyik bermain permainan daring (gim) di tengah rapat resmi. Tindakan ini sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Video yang memperlihatkan aksi Achmad Syahri tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @undercover.id pada hari Sabtu, 16 Mei 2026. Rekaman tersebut dengan jelas menunjukkan politikus Partai Gerindra itu sedang asyik bermain gim, yang diduga kuat adalah Clash of Clans, sembari memegang sebatang rokok. Kejadian ini berlangsung saat rapat dengar pendapat yang penting.

Peristiwa yang kurang pantas ini terjadi pada hari Senin, 11 Mei 2026. Saat itu, Komisi D DPRD Jember tengah menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang sejumlah perwakilan instansi terkait. Suasana serius rapat tersebut justru tercoreng oleh ulah salah satu anggotanya yang terlihat tidak fokus dan tidak menghargai forum penting tersebut.

Baca juga: KKI Ingatkan Warga Bahaya BPA di Galon Isi Ulang

Menyusul viralnya video tersebut, Achmad Syahri segera dipanggil untuk menjalani sidang etik. Sidang ini diselenggarakan oleh Majelis Kehormatan Partai Gerindra, yang merupakan badan internal partai untuk mengawasi dan menindak pelanggaran etik para kadernya. Sidang etik tersebut dilangsungkan di Kantor DPP Partai Gerindra yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam forum sidang etik tersebut, Achmad Syahri secara terbuka menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atau tersinggung atas tindakannya. Ia mengakui sepenuhnya kekhilafannya dan menyatakan penyesalan mendalam atas perbuatannya yang dinilainya tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya.

Lebih lanjut, Syahri menjelaskan bahwa tindakannya tersebut merupakan sebuah kekhilafan sesaat yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa. Ia berjanji bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang. Ia juga menekankan bahwa ini adalah kali pertama dirinya melakukan tindakan yang tidak etis semacam itu selama menjabat sebagai anggota dewan.

Menanggapi perilaku Achmad Syahri, Majelis Kehormatan Partai Gerindra tidak tinggal diam. Partai berlogo kepala banteng ini menjatuhkan sanksi berupa teguran keras terakhir kepada Achmad Syahri. Sanksi ini diberikan sebagai bentuk peringatan tegas agar politikus tersebut tidak mengulangi kesalahannya dan lebih menjaga martabat serta profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.