Pertemuan Inovasi Lingkungan Internasional di Jakarta pada 2026

Nasional22 Views

GueBerita.com – Krisis iklim kini bukan lagi sekadar isu teoritis, melainkan ancaman nyata yang dampaknya semakin terasa dan mendesak.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah melakukan reformasi dalam pendekatan penanganan lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) tidak lagi mengandalkan metode konvensional semata.

KLHK/BPLH berinisiatif menyelenggarakan pameran dan konferensi internasional bertajuk Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026.

Ajang ini dirancang sebagai wadah sentral untuk memamerkan berbagai solusi ramah lingkungan, mendorong investasi berkelanjutan, serta memfasilitasi kolaborasi antar generasi.

Acara ini digagas langsung oleh KLHK/BPLH. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, didapuk sebagai juru bicara utama yang memaparkan arah kebijakan baru ini.

INVIROTECH 2026 dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Juni 2026, bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Kompleksitas tantangan ekologi yang semakin meningkat menuntut adanya pergeseran paradigma. Pengendalian pencemaran lingkungan tidak dapat lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional.

Oleh karena itu, solusi-solusi inovatif dicari melalui pengembangan teknologi, terobosan inovasi, serta peningkatan investasi pada sektor-sektor hijau. Tujuannya adalah agar pertumbuhan ekonomi dapat terus berjalan tanpa menimbulkan kerusakan signifikan terhadap lingkungan.

Pendekatan strategis yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, inovasi, dan investasi hijau menjadi prioritas utama dalam implementasi kebijakan baru ini.

Penyelenggaraan pameran dan konferensi berskala internasional ini bertujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dalam rangka mencari dan mengimplementasikan solusi-solusi terbaik, sekaligus memperkuat kemitraan yang melibatkan berbagai sektor.

Rasio Ridho Sani menekankan betapa pentingnya perubahan strategi yang tengah diupayakan: “Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan tidak dapat lagi dilakukan dengan pendekatan yang biasa-biasa saja. Kita membutuhkan lompatan melalui teknologi, inovasi, data, kolaborasi, serta perubahan perilaku.”