Dugaan Pemalsuan Riset dalam Konferensi Internasional Melibatkan Alumni ITB dan UNY

Viral25 Views

GueBerita.com – Sebuah dugaan pemalsuan riset ilmiah yang mencoreng nama baik dunia akademik tengah menjadi sorotan publik. Polemik ini berawal dari sebuah konferensi internasional, yaitu International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang rencananya akan digelar di Kopenhagen, Denmark. Berita mengenai dugaan ini menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Dalam pusaran kontroversi ini, nama Prihantini muncul ke permukaan. Ia disebut bersama dengan Rifaldy Fajar dan Sahnaz Vivinda Putri. Ketiganya diduga merupakan bagian dari sebuah kelompok penelitian yang sama yang kini tengah menghadapi tudingan serius terkait integritas riset mereka.

Di dalam berbagai dokumen penelitian yang menjadi pokok permasalahan, Prihantini mencantumkan riwayat pendidikannya. Ia menyebutkan bahwa dirinya merupakan alumni dari dua institusi pendidikan ternama di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Latar belakang akademik ini menjadi salah satu titik awal penelusuran lebih lanjut.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) akhirnya memberikan klarifikasi. Pihak ITB membenarkan bahwa Prihantini memang merupakan salah satu alumni mereka. Ia tercatat sebagai lulusan Program Magister Matematika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan tahun 2020, dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2022.

Dekan FMIPA ITB, Aep Patah, turut memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa materi penelitian yang dipresentasikan oleh Prihantini dalam konferensi internasional tersebut tidak memiliki kaitan sama sekali dengan tesis yang ia kerjakan, maupun aktivitas akademik lainnya yang ia jalani selama masa studinya di ITB. Hal ini menegaskan bahwa riset yang dipermasalahkan tidak berasal dari lingkungan akademik ITB.

Lebih lanjut, Aep Patah merinci judul tesis yang disusun oleh Prihantini saat menempuh pendidikan di ITB. Tesis tersebut berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring.” Judul ini menunjukkan fokus penelitian yang berbeda dari isu yang sedang diperbincangkan.

ITB juga secara tegas menyatakan bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh Prihantini merupakan tanggung jawab pribadi dirinya sebagai seorang individu. Kampus menegaskan posisinya bahwa tindakan tersebut tidak mewakili institusi. Aep Patah menambahkan bahwa ITB akan menghormati segala proses hukum yang mungkin akan ditempuh terkait dengan kasus dugaan pemalsuan riset ini.

Di sisi lain, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga memberikan konfirmasi terkait status akademik Prihantini dan Rifaldy Fajar. Pihak UNY membenarkan bahwa keduanya merupakan alumni dari Program Studi S1 Matematika. Keterangan ini menambah dimensi lain pada kasus yang melibatkan kedua institusi pendidikan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, menyampaikan informasi mengenai catatan kelulusan kedua alumni tersebut. Ia menyatakan bahwa Rifaldy Fajar tercatat lulus dari UNY pada tahun 2017, sementara Prihantini menyusul lulus pada tahun 2018. Data ini melengkapi informasi mengenai latar belakang pendidikan mereka.

Baca juga: Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Dipindahkan ke Kebun Binatang

Nur Hidayanto menambahkan bahwa hingga saat ini, pihak Universitas Negeri Yogyakarta belum menerima adanya laporan resmi yang masuk terkait dengan dugaan pemalsuan riset yang melibatkan nama Prihantini dan Rifaldy Fajar. UNY menunggu adanya laporan formal untuk dapat melakukan penelusuran lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.