GueBerita.com – Kantor Urusan Agama (KUA) kini menampilkan wajah baru yang jauh berbeda dari citra tradisionalnya yang hanya berfokus pada pencatatan pernikahan. Kini, KUA mulai ramai didatangi oleh generasi Z yang memanfaatkan beragam layanan yang tersedia.
Pergeseran tren ini mendorong Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam untuk menginstruksikan para pegawai KUA agar meningkatkan kecepatan adaptasi, mempererat komunikasi, serta aktif dalam memanfaatkan media sosial.
Arahan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, saat peluncuran Program Gemah (Gerakan Jumat KUA ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di KUA Kabupaten Pemalang pada hari Jumat, 29 Mei 2026.
Program inovatif dari Kementerian Agama ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan KUA yang tidak hanya bersih dan tertata, tetapi juga nyaman dan bersahabat, terutama bagi kalangan anak muda.
Abu Rokhmad menekankan bahwa KUA harus bertransformasi menjadi lebih dari sekadar loket pelayanan administrasi keagamaan. KUA diharapkan menjadi ruang pelayanan publik yang nyaman, terbuka, dan mampu memberikan kesan positif kepada seluruh lapisan masyarakat.
Beliau menambahkan bahwa KUA dituntut untuk terus beradaptasi dengan laju perkembangan zaman. Tantangan ini semakin nyata dengan hadirnya generasi Z, yang memiliki preferensi terhadap pelayanan yang serba cepat, modern, dan komunikatif.
Baca juga: Jennifer Lopez Diduga Modifikasi Tato Cinta Pasca Perceraian
“Saat ini, kita berhadapan langsung dengan generasi Z. Oleh karena itu, pendekatan yang kita gunakan juga harus mengalami perubahan, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang sudah ada,” ujar Abu Rokhmad.
Beliau mengajak seluruh jajaran KUA untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat. Hal ini dapat dicapai melalui pelayanan yang penuh keramahan serta sosialisasi yang gencar mengenai berbagai layanan yang ditawarkan oleh KUA kepada publik.
Lebih lanjut, Kepala KUA diinstruksikan untuk memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dan promosi layanan kepada masyarakat luas. Media sosial bukan sekadar platform untuk memproduksi konten semata.
“Media sosial bukan hanya untuk membuat konten, tetapi menjadi bagian integral dari upaya edukasi dan sosialisasi layanan kepada masyarakat. Perlu diingat, peran KUA tidak terbatas hanya pada urusan pencatatan nikah,” tegasnya.
Program Gemah KUA ASRI hadir sebagai solusi adaptif terhadap tantangan zaman yang terus berkembang. Konsep “Aman, Sehat, Resik, dan Indah” yang diusung bukan sekadar menjadi slogan kebersihan semata, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk transformasi KUA.






