Wafiq Zuhair: Kisah Pemuda Temanggung Sebarkan Kebaikan Lewat Pembangunan Jembatan

Lifestyle17 Views

GueBerita.com — Wafiq Zuhair Muhammad, seorang pemuda berusia di bawah 30 tahun asal Temanggung, Jawa Tengah, telah mencuri perhatian publik baru-baru ini. Ia melakukan sebuah ‘flexing’ atau pamer yang berbeda dari kebiasaan umum.

Alih-alih memamerkan harta benda mewah, Wafiq justru menunjukkan pencapaian luar biasanya dalam membangun 11 jembatan untuk masyarakat di berbagai daerah terpencil di Indonesia.

Proyek-proyek sosial ini tersebar di sejumlah wilayah yang menghadapi tantangan akses infrastruktur, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Selatan, dan Aceh.

Baca juga: Sering Lemas dan Kesemutan, Waspadai Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin B12

Melalui akun Threads pribadinya, @wafiq.zu, Wafiq mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja sama tim dari yayasan yang ia dirikan, @sahabatpedalaman.

Gerakan ini berfokus pada penyediaan akses mobilitas yang memadai bagi masyarakat di pelosok negeri yang selama ini terisolasi akibat minimnya infrastruktur. Seluruh pendanaan proyek ini dikumpulkan melalui sistem donasi dan dukungan kolektif dari berbagai pihak.

Tidak hanya jembatan, aksi sosial Wafiq dan timnya juga meluas ke sektor sanitasi. Dalam beberapa unggahannya, ia membagikan momen ketika tim Sahabat Pedalaman terjun langsung ke lapangan untuk menyediakan akses air bersih bagi warga yang terdampak banjir di wilayah Aceh.

Di balik kesuksesan yang diraihnya saat ini, Wafiq bercerita bahwa ia sempat berada di titik terendah setelah lulus kuliah pada tahun 2019. Sebagai lulusan baru, ia menghadapi persaingan ketat di dunia kerja tanpa memiliki modal relasi atau fasilitas khusus.

“Bagi anak yang tidak punya previlage seperti saya, mencari pekerjaan menjadi sesuatu yang sangat sulit waktu itu. Dengan pengalaman nol dan tidak punya orang dalam, saya mencoba mendaftar ke banyak perusahaan/instansi. Karena lulusan psikologi, saya mencoba mendaftar sebagai HRD, guru privat, hingga menjadi sales sebuah startup. Hasilnya nihil, tidak ada yang berhasil. Bahkan pernah baru tes pertama langsung gagal dan pulang,” kenang Wafiq.

Menghadapi jalan buntu dalam pencarian kerja, Wafiq bersama seorang rekannya mengambil keputusan berani untuk mendirikan sebuah yayasan sosial. Keputusan ini didorong oleh minatnya yang besar dan pengalamannya yang aktif dalam kegiatan sosial serta relawan kebencanaan semasa kuliah.

Namun, perjalanan awal pendirian yayasan tidaklah mudah. Yayasan yang baru berdiri tersebut sempat kesulitan mendapatkan kepercayaan publik. Salah satu program pembangunan jembatan mereka bahkan mangkrak selama 1,5 tahun akibat kekurangan dana.

Titik balik perjuangan Wafiq terjadi setelah ia diundang oleh salah satu stasiun televisi. Setelah wawancara tersebut dipublikasikan, bantuan besar mulai mengalir deras.