GueBerita.com – Pemerintah Kota Madiun secara aktif mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan kemajuan ekonomi digital. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Akses dan Manajemen Keuangan yang diadakan di Gedung Dekranasda Kota Madiun pada hari Rabu, 20 Mei.
Pelatihan ini diikuti oleh 22 pelaku UMKM yang berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Madiun. Para peserta merupakan pelaku usaha yang beroperasi di area Pahlawan Religi Center (PRC).
Dalam pelatihan tersebut, para pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mendalam mengenai manajemen keuangan modern. Mereka juga dibekali strategi untuk melakukan digitalisasi usaha, serta praktik simulasi penggunaan aplikasi kasir berbasis online.
Baca juga: Relawan WNI yang Sempat Ditahan Israel Akhirnya Tiba di Istanbul
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya program edukasi ini sebagai langkah awal untuk membentuk pelaku usaha yang memiliki administrasi tertib dan mampu merespons perkembangan zaman. Ia mendorong agar UMKM di Kota Madiun dapat meningkatkan kualitas usahanya, tidak hanya terpaku pada aktivitas penjualan sehari-hari.
“Sekarang saya ingin bicara kualitas. Pemerintah kota sudah memfasilitasi semuanya. Maka UMKM juga harus berkembang, manajemen keuangan yang tertib, dan mengikuti dinamika yang ada,” ujar F. Bagus Panuntun saat memberikan sambutan.
Melalui pelatihan yang intensif ini, diharapkan para pelaku usaha tidak hanya memahami krusialnya pencatatan keuangan yang baik, tetapi juga mampu menyusun laporan keuangan sederhana. Kemampuan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bisnis mereka secara signifikan.
Sebagai bentuk dukungan nyata untuk mempercepat adopsi digitalisasi, Pemerintah Kota Madiun juga menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis. Bantuan tersebut berupa perangkat mesin kasir digital yang diberikan kepada para peserta pelatihan.
Penyediaan fasilitas mesin kasir digital ini diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha dalam mencatat transaksi keuangan mereka. Selain itu, fasilitas ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan transaksi non-tunai atau cashless dalam operasional sehari-hari.
Lebih lanjut, Plt Wali Kota Madiun menyoroti bahwa kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) kini telah menjadi salah satu destinasi wisata utama di Kota Madiun. Oleh karena itu, peningkatan standar pelayanan dan kualitas produk menjadi sangat penting untuk memenuhi ekspektasi pengunjung.
Dengan adanya digitalisasi dalam pencatatan keuangan di tingkat pelaku usaha, Pemerintah Kota Madiun juga akan mendapatkan manfaat. Pemkot akan memperoleh data pertumbuhan ekonomi daerah yang jauh lebih valid dan akurat, yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan selanjutnya. (*)






