Gejala Masalah Mental: Malas Mandi dan Rebahan, Jangan Anggap Remeh

Lifestyle18 Views

GueBerita.com – Sebuah video viral yang beredar di media sosial baru-baru ini menimbulkan kegaduhan dengan klaim bahwa kebiasaan menghabiskan waktu berlama-lama di tempat tidur atau “rebahan” serta enggan mandi adalah indikasi awal gangguan jiwa.

Unggahan tersebut sontak memicu kecemasan di kalangan pengguna internet, terutama mereka yang sering mengidentifikasi diri sebagai “kaum rebahan”.

Membedakan Rasa Malas Biasa dengan Gejala Depresi

Penting untuk dipahami bahwa rasa malas yang bersifat umum bukanlah sebuah tanda gangguan kesehatan mental. Namun, beberapa gejala klinis dari masalah psikologis memang sering kali disalahartikan oleh masyarakat awam sebagai perilaku malas.

Baca juga: Drakor Komedi Terbaru di Netflix yang Paling Banyak Dicari

Gejala-gejala tersebut mencakup penurunan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai, hilangnya energi dan motivasi, gangguan pada pola tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga hambatan dalam menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari.

Bagi individu yang mengalami gangguan jiwa seperti depresi, rasa lelah yang ekstrem dapat memengaruhi kondisi fisik mereka secara signifikan. Akibat kelelahan ini, aktivitas dasar seperti bangun dari tempat tidur, membersihkan rumah, mandi, bahkan berolahraga bisa terasa sangat memberatkan.

Kondisi ini bukanlah pilihan sadar untuk bermalas-malasan, melainkan manifestasi dari tekanan psikologis yang berat.

Dalam dunia medis, terdapat istilah avolition, yang merujuk pada hilangnya motivasi secara total untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan usaha. Avolition umumnya ditemukan pada penderita depresi berat atau skizofrenia.

Secara garis besar, ada dua indikator utama yang menunjukkan seseorang sedang menghadapi masalah kesehatan mental yang serius:

  • Perubahan Drastis: Seseorang yang sebelumnya terlihat produktif dan bersemangat, tiba-tiba mengalami kesulitan dalam melakukan rutinitas yang paling sederhana sekalipun.
  • Mengabaikan Tanggung Jawab: Munculnya hambatan signifikan dalam merawat diri sendiri, mengurus keluarga, atau menyelesaikan kewajiban pekerjaan sehari-hari.

Perubahan emosional ini mungkin terlihat seperti kemalasan di mata orang lain, padahal sebenarnya merupakan manifestasi dari gangguan suasana hati atau *mood disorder*.

Risiko Melakukan Diagnosis Diri Sendiri

Mengingat adanya kesamaan antara rasa malas biasa dan gejala klinis gangguan kesehatan mental, masyarakat sangat diimbau untuk tidak melakukan diagnosis diri sendiri terkait kondisi mental mereka.