Alat Deteksi Halal Portabel Diciptakan Peneliti PTKIN

News8 Views

GueBerita.com – Inovasi dalam bidang teknologi halal di Indonesia kini semakin berkembang pesat. Tim peneliti yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) telah berhasil merancang sebuah alat deteksi kehalalan produk yang bersifat portabel. Alat ini dirancang untuk dapat digunakan secara langsung di lapangan, memberikan kemudahan akses bagi pengguna.

Penemuan inovatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan ekosistem halal di tingkat nasional. Lebih lanjut, alat ini diproyeksikan akan menjadi pendukung utama dalam implementasi program Wajib Halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada bulan Oktober tahun 2026 mendatang.

Pengembangan alat deteksi halal portabel ini didasarkan pada penggunaan teknologi mutakhir, yaitu sensor cerdas molekuler yang dipadukan dengan sistem electronic nose atau yang juga dikenal dengan sebutan e-nose.

Dengan mempertimbangkan aspek kepraktisan, alat ini memiliki ukuran yang ringkas dan proses pengujian yang sangat cepat. Desainnya sengaja dibuat agar auditor halal maupun masyarakat umum dapat dengan mudah melakukan verifikasi kehalalan suatu produk. Hal ini menjadi solusi atas kendala yang sering dihadapi, yaitu lamanya waktu dan tingginya biaya yang dibutuhkan untuk pengujian di laboratorium konvensional.

Proyek penelitian yang menghasilkan alat canggih ini mendapatkan dukungan pendanaan melalui program MoRA The Air Funds. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tim peneliti yang memimpin jalannya riset ini diketuai oleh Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D. Anggota tim yang turut berkontribusi dalam penelitian ini terdiri dari para akademisi dan peneliti berpengalaman. Di antaranya adalah Chris Adhiyanto, S.Si, M.Biomed, Ph.D, Prof. Dr. Nur Inayah, M.Si, Prof. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D, yang semuanya berasal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, tim juga diperkuat oleh Prof. Dr. Sri Harini, M.Si dan Dr. Imam Tazi, M.Si dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Baca juga: Seleksi Tunggal, Lulus S2-S3 4,5 Tahun

Prioritas utama dari penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah metode identifikasi kehalalan produk yang tidak hanya praktis dan ekonomis, namun juga mampu memberikan hasil yang akurat tanpa kompromi. Fokus ini menjadi landasan kuat dalam setiap tahapan pengembangan alat.

Melalui serangkaian riset mendalam, tim peneliti berhasil mewujudkan dua prototipe alat deteksi DNA babi yang bersifat portabel. Kedua prototipe tersebut adalah sensor molekuler halal dan sistem electronic nose.

Prof. Flori Ratna Sari menjelaskan lebih lanjut mengenai kapabilitas dari kit sensor molekuler yang berhasil dikembangkan. Menurutnya, kit ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan DNA babi secara cepat dan sangat akurat. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya mendeteksi DNA babi meskipun sampel yang diuji telah mengalami proses pengenceran hingga mencapai 100.000 kali.

“Dengan tingkat pengenceran sampel hingga 100.000 kali, kit portabel yang kami kembangkan masih mampu mendeteksi DNA babi dengan hasil yang cepat, mudah, dan akurat. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif, namun tetap memberikan jaminan yang kuat. Hal ini tentu akan sangat memudahkan para auditor halal yang bertugas di lapangan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan jaminan kehalalan produk yang mereka konsumsi,” ujar Prof. Flori, seperti dikutip pada tanggal 19 Mei.

Sementara itu, teknologi e-nose bekerja berdasarkan prinsip pendeteksian pola bau yang khas dari berbagai senyawa kimia yang terkandung dalam sebuah sampel. Dengan menganalisis pola bau ini, sistem e-nose mampu membedakan secara spesifik antara produk yang mengandung unsur non-halal dengan produk yang dinyatakan halal.