Makassar Creative Hub Didorong Jadi Pusat Talenta Anak Muda

News14 Views

GueBerita.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat ekosistem industri kreatif melalui pengembangan Makassar Creative Hub (MCH).

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menjadi panelis dalam diskusi bertajuk “MCH Talenta Kota: Keberlanjutan Industri Kreatif Makassar untuk Dunia” pada rangkaian Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026. Acara ini diselenggarakan di Benteng Fort Rotterdam pada Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Munafri yang akrab disapa Appi, menjelaskan bahwa Makassar Creative Hub dirancang bukan sekadar sebagai ruang aktivitas biasa. Sebaliknya, MCH diposisikan sebagai pusat koordinasi bagi berbagai kegiatan kreatif yang ada di Kota Makassar.

“Makassar Creative Hub ini bukan hanya membangun ruang-ruang kelas yang bersekat, tetapi menjadi pusat yang mengoordinasikan seluruh kegiatan kreatif,” ujar Munafri dalam keterangannya kepada awak media.

Ia merinci lebih lanjut bahwa MCH disiapkan sebagai sebuah ruang terbuka. Ruang ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas dan pelaku industri kreatif dari berbagai lintas sektor. Fokus utamanya adalah memberikan wadah bagi generasi muda.

Menurut pandangannya, sektor ekonomi kreatif memiliki banyak subsektor yang terus menunjukkan perkembangan pesat. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah ruang kolaborasi yang bersifat inklusif dan fleksibel untuk menampung dinamika tersebut.

Baca juga: VIDA Hadirkan ID FraudShield untuk Perangi Penipuan dengan Keamanan Berlapis

Munafri juga menilai bahwa MCH harus mampu berperan sebagai inkubator ide dan karya. Fasilitas ini diharapkan dapat secara efektif merespons berbagai kebutuhan dan aspirasi anak muda. Pentingnya adalah proses ini tidak dibebani oleh birokrasi yang rumit.

“Ini adalah ruang besar yang bisa digunakan siapa saja, khususnya anak-anak muda yang ingin berkembang dan berkontribusi untuk kota,” tegasnya, menekankan keterbukaan MCH.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa berbagai rekomendasi kegiatan yang muncul dari komunitas kreatif nantinya dapat disampaikan langsung kepada pemerintah. Hal ini bertujuan agar pemerintah dapat memberikan dukungan dan fasilitasi yang memadai.

Dukungan yang dimaksud, lanjut Munafri, memiliki cakupan yang luas. Mulai dari akses terhadap pembiayaan yang dibutuhkan, pemberian rekomendasi kepada institusi-institusi terkait, hingga pembukaan peluang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis yang relevan.

Dalam kesempatan yang sama, Munafri juga secara proaktif mendorong penerapan sistem pelaporan rutin. Implementasi pelaporan bulanan atau *monthly report* ini diharapkan dapat memfasilitasi evaluasi bersama antara pemerintah dan komunitas kreatif. Tujuannya adalah untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan program-program yang sedang berjalan.