GueBerita.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, telah mengajukan usulan signifikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026, Cak Imin mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp1 triliun. Dana ini dialokasikan secara khusus untuk memperkuat program-program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Usulan ini disampaikan Cak Imin dalam rangka rapat terbatas bersama Presiden. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk terus menjalankan seluruh program yang telah dirancang bersama antara Kemenko PM dan berbagai kementerian terkait. Fokus utama dari upaya ini adalah untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM, yang memegang peranan penting sebagai penopang ekonomi kerakyatan.
Baca juga: Garuda Muda Gugur di Kualifikasi Piala Asia U-17 2026 Usai Kalah dari Jepang
Menurut Cak Imin, penguatan UMKM menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah saat ini. Hal ini mengingat peran vital UMKM dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput. Dengan adanya tambahan anggaran ini, diharapkan program-program yang sudah ada dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan anggaran, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang kondusif bagi UMKM. Ia memerintahkan jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk terus aktif memfasilitasi pertumbuhan UMKM. Fasilitasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari akses permodalan, pelatihan, hingga bantuan teknis.
Salah satu strategi yang diungkapkan Cak Imin adalah pemanfaatan aset-aset yang saat ini belum terpakai atau disebut sebagai aset *idle*. Aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun lembaga negara lainnya akan dioptimalkan untuk dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM. Pemanfaatan ini dapat berupa penyediaan ruang untuk pemasaran produk, area display, hingga penyelenggaraan festival atau pameran.
Langkah ini dinilai strategis untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi UMKM dalam memasarkan produk mereka. Dengan adanya akses ke lokasi-lokasi strategis yang dimiliki BUMN atau lembaga negara, diharapkan produk-produk UMKM dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan omzet dan keberlanjutan usaha mereka.
Cak Imin menegaskan bahwa arahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang pesat dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu UMKM menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional yang mungkin masih berlangsung.
Dengan alokasi anggaran tambahan sebesar Rp1 triliun, pemerintah berambisi untuk menciptakan dampak positif yang signifikan bagi sektor UMKM. Penguatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan skala usaha, tetapi juga mendorong inovasi dan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.






