GueBerita.com– PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki kerja sama strategis yang lebih luas dengan perusahaan energi global asal Amerika Serikat, SLB. Penjajakan ini dilakukan dalam rangkaian acara Offshore Technology Conference (OTC) yang diselenggarakan di Houston.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.
Pertamina Hulu Energi (PHE) secara aktif terlibat dalam penjajakan ini, dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi modern yang dimiliki oleh SLB.
Baca juga: Jaminan FIFA Diinginkan Iran untuk Berlaga di Piala Dunia 2026
Langkah strategis ini diharapkan dapat mengakselerasi transformasi di sektor hulu migas nasional, sekaligus meningkatkan daya saing industri energi Indonesia di kancah internasional.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak menggarisbawahi pentingnya penggunaan teknologi digital dan analisis data yang canggih. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan operasional dari aset-aset migas yang dikelola oleh Pertamina.
Penerapan inovasi semacam ini dipercaya akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi produksi di berbagai wilayah kerja migas yang berada di bawah pengelolaan perusahaan.
Selain berfokus pada peningkatan volume produksi, kerja sama ini juga memiliki tujuan untuk mendukung upaya-upaya pengurangan emisi karbon.
SLB, yang dikenal luas karena berbagai inovasi teknologi ramah lingkungannya, diharapkan dapat berkontribusi dengan solusi dekarbonisasi. Solusi ini akan sangat membantu Indonesia dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060.
Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Rusmantoro, menyatakan bahwa sinergi yang terjalin dengan SLB merupakan sebuah langkah krusial dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menyuarakan optimisme bahwa kolaborasi ini akan mampu mendorong peningkatan produksi migas nasional hingga mencapai target ambisius sebesar 1 juta barel per hari.
“Kolaborasi dengan SLB diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan terhadap peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi energi dunia,” ujar Rusmantoro di sela kegiatan OTC Houston.






